Sensatia Warehouse & Inventory Assurance RANCANGAN & DATA ILUSTRASI

PROTOTIPE ALUR KERJA

Dari selisih stok sampai CAPA

Skenario ilustratif: transfer fisik 2 unit ke toko belum tercatat di Stockwiz.

Belum terhubung ke Stockwiz. Semua angka, bukti, dan transaksi pada simulasi ini bersifat ilustratif serta hanya berlaku selama halaman terbuka. Pemilihan peran di sini merupakan demonstrasi alur, bukan login atau otorisasi operasional.

KasusINV-DEMO-001SKU-DEMO-001 · Produk ilustrasi · Batch DEMO-261001
Sumber dataDEMO-SWZ-001Snapshot awal · simulasi
Status pekerjaanBelum dimulai
Selisih hasil verifikasiBelum dihitung
Status CAPABelum dibuka
Pemilik langkah berikutnyaWarehouse SPV

Simulasi ini hanya mencakup satu kasus produk jadi. Gudang bahan baku, bahan kemas, B2B, dan area lainnya tercantum pada cakupan seluruh warehouse.

Posisi stok pada kasus produk jadi

Unit dasar · satu batch ilustrasi
LokasiOn-handDiluluskanKarantinaReserved*Available*

*Reserved merupakan bagian dari stok diluluskan, bukan penambahan on-hand. Available = diluluskan − reserved pada skenario ini; retur/hold/expired tidak menjadi stok siap alokasi. Saat peran penghitung aktif, angka pembanding dan hasil petugas lain disembunyikan untuk demonstrasi blind count.

Tugas aktif

Riwayat tindakan

0 kejadian
    Batas skenario dan makna penyelesaian

    Perintah count difokuskan pada stok berstatus diluluskan di DC. Jumlah sistem awal 20 unit, hasil fisik ilustratif 18 unit, dan dokumen transfer yang belum tercatat berjumlah 2 unit. Koreksinya adalah membukukan transfer yang hilang, bukan langsung membuat adjustment minus.

    Hasil hitung di luar skenario transfer 2 unit memerlukan investigasi tersendiri. Pada sistem operasional, alur investigasi perlu mendukung penyebab lain berdasarkan bukti. Kasus dengan hasil fisik sama dengan sistem selesai sebagai count tanpa selisih.

    Case CAPA baru boleh ditutup setelah koreksi terlihat kembali dalam snapshot Stockwiz, diverifikasi secara bisnis oleh Inventory Control, tindakan perbaikan dilaksanakan, dan pemeriksa terpisah memverifikasi efektivitas. Penilaian efektivitas pada prototipe adalah bukti ilustrasi, bukan observasi lapangan nyata.

    CAKUPAN SELURUH AREA

    Bahan awal sampai produk jadi lintas kanal

    Cakupan sistem mencakup gudang bahan baku, bahan kemas, produk jadi, warehouse B2B, serta area terkait sesuai pemetaan lokasi dan mandat perusahaan.

    Cakupan area berikut menjadi dasar usulan pengendalian warehouse. Warehouse B2B termasuk dalam cakupan kerja; penanggung jawab serta garis pelaporannya perlu dipetakan ke struktur yang disahkan. Penetapan jabatan dan garis pelaporan mengikuti struktur organisasi yang disahkan.

    Area / kelompok stokAlur dan kontrol khususPenanggung jawab / koordinasi
    Receiving & karantina bahan awalBarang datang, pemeriksaan dokumen/CoA, label/lot, jumlah, kondisi wadah, karantina, sampling, keputusan mutu dan put away. Bahan awal terdiri dari bahan baku dan bahan kemas.Receiving PIC, Stock Keeper dan Warehouse Admin; QA/QC untuk sampling serta release. Penempatan akhir mengikuti koordinator area.
    Warehouse bahan baku / Raw MaterialLot, expiry/retest, status mutu, lokasi, satuan berat/volume, konversi, kondisi simpan, issue produksi, return, serta rekonsiliasi sisa dan selisih.RM Coordinator dan RM Staff di bawah Warehouse SPV; kebutuhan melalui PPIC, mutu melalui QA/QC.
    Warehouse bahan kemas / Packaging MaterialKemasan primer/sekunder, kode/versi label/artwork, set kemasan per order, pemisahan bahan cetak, issue/return/sisa berkode, rusak dan obsolete.Packaging Coordinator dan Packaging Staff di bawah Warehouse SPV; koordinasi Packing/PPIC, QA dan pemilik spesifikasi.
    Warehouse produk jadi / Stockroom FGFG receipt, quarantine/release, batch/expiry, penyimpanan, reservasi, picking/checking, transfer dan penyerahan ke kanal tujuan.FG PIC di bawah Warehouse SPV; personel dan backup ditetapkan sesuai mandat. QC tetap pemilik keputusan mutu.
    Warehouse produk B2BStok produk jadi untuk order B2B: alokasi/reservasi per sales order/customer, batch dan remaining shelf life, partial fulfillment, dokumen kirim, serta konfirmasi serah terima/retur.PIC warehouse B2B dipetakan bersama SPV/Manager dan HR; Sales B2B mengesahkan kebutuhan komersial, Logistics menangani shipping sesuai mandat. Tidak mengalihkan kepemilikan Sales/Logistics ke warehouse.
    Produk jadi retail, e-commerce dan kanal lainAlokasi per kanal/order, stock eligibility, transfer antarlokasi, in-transit, receipt parsial, pemenuhan order serta ketersediaan produk. Kanal dan lokasi disimpan sebagai dimensi berbeda.FG/PIC lokasi dengan pemilik kanal. Hubungan DC, toko, marketplace/fulfillment dipetakan menurut mandat; tidak otomatis seluruhnya bawahan SPV.
    Area retur, reject, damaged, expired dan recallIdentitas asal/batch/alasan, pemisahan atau pengamanan status, evaluasi mutu, disposition, pengembalian atau pemusnahan serta rekonsiliasi.PIC lokasi, Inventory Control dan Admin; keputusan mutu/disposition oleh fungsi berwenang, koordinasi recall melalui PJT. Tidak menjadi stok available.
    Staging dispatch dan in-transitBarang siap kirim, pemeriksaan, dispatch, pengangkutan dan penerimaan. In-transit menunjukkan barang dalam perjalanan, bukan penambahan stok jaringan atau stok fisik tujuan.PIC pengirim/penerima dan Logistics; setiap perpindahan terhubung satu referensi dan bukti serah terima.

    Contoh stock explorer lintas area

    Seluruh baris berikut adalah ilustrasi pemetaan, terpisah dari simulasi kasus CAPA. Tidak ada penjumlahan kg, liter, pcs, atau stok beda SKU menjadi satu angka persediaan. On-hand = diluluskan + karantina + blocked pada contoh ini; reserved merupakan bagian dari diluluskan.

    Area / lokasiSKU / batchUOMOn-handDiluluskanKarantinaBlocked*ReservedAvailable
    Warehouse RMWH-RM / BIN-A01RM-DEMO-01LOT-RM-261001kg125,50100,5025,000,0020,0080,50
    Warehouse RMWH-RM / BIN-B01RM-DEMO-02LOT-RM-261002liter60,0050,0010,000,008,0042,00
    Warehouse bahan kemasWH-PM / BOTOL-01PM-DEMO-01LOT-PM-261001pcs5.0004.50050001.0003.500
    Warehouse bahan kemas cetakWH-PM / LABEL-01PM-DEMO-02 · versi 02LOT-LBL-261001pcs3.0002.80002006002.200
    Stockroom produk jadiWH-FG / FG-A01FG-DEMO-01BATCH-FG-261001pcs8007001000150550
    Warehouse B2BWH-B2B / B2B-A01FG-DEMO-02BATCH-B2B-261001pcs600580020400180
    Area retur produk jadiWH-RETURN / HOLD-01FG-DEMO-03BATCH-RET-260901pcs35035000

    *Blocked mencakup stok tidak layak alokasi pada contoh. Dalam data operasional, alasan reject/rusak/expired/recall tetap dipisahkan dan ditelusuri per status. Kode lokasi contoh belum menyatakan pemetaan aktual Stockwiz.

    Aturan pemetaan lokasi dan kanal

    • Setiap baris stok memakai ID lokasi/bin Stockwiz, SKU, lot/batch, status dan satuan dasar yang jelas; tambahkan owner/entitas jika relevan. Kelompok RM/PM/FG/B2B membantu penyajian, bukan mengganti identitas lokasi.
    • Jika B2B adalah gudang fisik berbeda, catat sebagai lokasi berbeda dengan transfer dan receipt. Jika hanya alokasi kanal dalam gudang FG yang sama, catat reservasi kanal B2B pada stok tersebut; jangan menyalin saldo ke gudang virtual lalu menjumlahkannya lagi.
    • Capture kanal/customer/sales order pada reservasi/pengeluaran produk jadi. Bahan baku/kemas terhubung ke order produksi/packing; satu jenis relasi order tidak dipaksakan untuk semua area.
    • UOM dan presisi mengikuti SKU/spesifikasi: RM dapat memakai kg/liter/desimal; PM dan produk jadi memakai unit yang dipetakan beserta pack conversion. Simulasi count produk jadi berunit bulat bukan aturan untuk semua bahan.
    • Setiap area memakai pola tugas, count/recount, investigasi, koreksi sumber dan CAPA yang sama, dengan aturan mutu, bukti, toleransi serta pemeriksa yang disesuaikan risikonya.

    HASIL PENYELARASAN RANCANGAN

    Uraian tugas, bukti kerja, modul dan penutupan

    Setiap tanggung jawab memiliki masukan, pelaksana, keluaran, pemeriksa dan tindak lanjut yang dapat ditelusuri.

    Pemetaan ini menyelaraskan dokumen program dengan rancangan sistem pendukung. Modul operasional masih berupa rancangan dan belum terhubung ke Stockwiz. Prototipe aktif hanya memperagakan kasus count–transfer produk jadi–CAPA; tabel cakupan area lainnya adalah contoh data.

    Matriks keterkaitan peran dan aplikasi

    Uraian tugas / pemilikInput → pekerjaan / modulHasil, pemeriksa dan akhir proses
    Deputi COO → CO Founder & COOLaporan Manager, risiko/CAPA signifikan, konflik lintas fungsi, kebutuhan anggaran dan keputusan di luar mandat → review serta eskalasi melalui rantai Operations.Deputi COO menerima pelaporan langsung Manager; keputusan pada tingkat CO Founder & COO diteruskan sesuai kewenangan. Delegasi, arahan, keputusan dan tenggat dicatat; tidak mengambil alih pelulusan mutu.
    HR sebagai mitra organisasiMandat, struktur, uraian tugas, kompetensi, backup dan kebutuhan personel → pembahasan bersama Manager, Deputi COO dan CO Founder & COO.uraian tugas/penempatan dan program pelatihan diselaraskan serta disahkan sesuai mekanisme perusahaan. Pelaporan dan persetujuan operasional warehouse mengikuti jalur Operations serta delegasi yang disahkan.
    ManagerLaporan SPV, exception, risiko dan kebutuhan sumber daya → prioritas, pengesahan PIC dan review KPI dalam delegasi Deputi COO/CO Founder & COO.Laporan kepada Deputi COO, dengan eskalasi ke CO Founder & COO untuk keputusan di luar mandat. Case close sesuai delegasi setelah bukti/verifikasi lengkap; struktur dan personel dibahas bersama HR.
    Warehouse SPVOrder/kebutuhan produksi, receiving, stok dan backlog area → work order per shift, penugasan enam fungsi, pemeriksa/backup, serah terima dan eskalasi.Satu laporan konsolidasi rencana–realisasi, backlog berumur, dan risiko. PIC penerima mengakui serah terima; Manager memutuskan masalah lintas fungsi. Perbaikan proses menjadi action CAPA bila perlu.
    Receiving PICPO/transfer, CoA dan barang datang → checklist terima, status awal, put away serta pembagian pekerjaan Stock Keeper/Admin pada modul Administrasi.Jumlah/kondisi/batch, lokasi, waktu fisik dan posting terhubung satu referensi. PIC area mengonfirmasi serah terima; QC memutuskan mutu. Selisih/dokumen kurang masuk exception, bukan receipt fiktif.
    Stock KeeperPenugasan lokasi dan movement dari Receiving/SPV/PIC area → penanganan fisik, identifikasi, FEFO dan bukti serah terima.Log asal–tujuan–batch–jumlah–waktu dan kondisi barang. PIC/penerima memeriksa; Admin memposting bukti; Inventory Control memvalidasi konsistensi.
    Warehouse AdminDokumen fisik yang diverifikasi → antrean kelengkapan dan posting Stockwiz, referensi sumber serta exception transaksi.Bukti posted belum otomatis close: integrasi membaca ulang sumber, Inventory Control memverifikasi substansi dan hasil kedua lokasi. Backlog/dokumen kurang tetap terbuka dengan PIC.
    RM Coordinator dan RM StaffKebutuhan bahan/order produksi, usable stock, lot/UOM dan status QC → penugasan staf, issue/return, kesiapan bahan serta daftar shortage.Koordinator memeriksa realisasi staf; Production mengakui penyerahan, Admin melengkapi posting, Inventory Control merekonsiliasi. Retur/wadah terbuka melalui pemeriksaan kelayakan sesuai SOP; tidak otomatis kembali available.
    Packaging Coordinator dan Packaging StaffKebutuhan packing, komponen, kode/versi dan stock → kelengkapan set, penugasan, issue/return/sisa pada modul Kesiapan Kemasan.Rekonsiliasi komponen/sisa berkode; Packing mengakui jumlah, koordinator memeriksa, QA menentukan disposition yang relevan. Beda versi, obsolete atau sisa hold tidak menjadi stok eligible.
    FG PIC dan PIC warehouse B2BFG receipt/status release dan order/alokasi kanal → reservasi, picking/checking, transfer/dispatch dan pemenuhan parsial.Batch, jumlah, customer/order, surat kirim dan bukti receipt/POD terhubung. PIC penerima/Logistics memverifikasi serah terima; partial/backorder tetap terbuka. Pembatalan order melepaskan reservasi melalui prosedur sumber, tanpa menambah on-hand.
    Inventory ControlSnapshot dan transaksi Stockwiz, hasil count/recount, dokumen fisik → rekonsiliasi, analisis penyebab, rekomendasi koreksi dan validasi read-back.Delta pada cutoff yang sama, bukti akar masalah, approval, serta sign-off bisnis hasil koreksi. Temuan berulang/sistemik atau berisiko tinggi masuk CAPA; koreksi sederhana memakai alasan triage yang disetujui.
    Stock / Cycle CountPerintah dan scope hitung, kondisi awal, kontrol movement → blind count/recount dengan petugas berbeda.Count sheet per putaran, identitas, UOM/presisi, kondisi/status dan bukti. Inventory Control merekonsiliasi; SPV mengoordinasikan tindak lanjut. Count sesuai tidak membuat adjustment/CAPA otomatis.
    QA/QC dan PJTSampling, status barang, log lingkungan, retur/recall dan risiko mutu → keputusan mutu, disposition, koordinasi recall serta review efektivitas sesuai mandat.Bukti keputusan dan status sumber, log tindakan, rekonsiliasi recall, verifikasi mutu. Kasus tanpa perubahan saldo ditutup melalui bukti proses/keputusan mutu; read-back saldo hanya diwajibkan bila relevan.
    Systems serta mitra Planning, Sales, Retail, Logistics dan FinanceSystems: sinkronisasi/validasi teknis. Mitra: forecast/kebutuhan produksi, alokasi order, POD/receipt/refill, transport dan otorisasi nilai.Stockwiz tetap sumber resmi transaksi. Ketersediaan rak perlu bukti Retail; SLA delivery perlu waktu penerimaan, bukan dispatch. Keputusan bisnis dan tanda tangan tetap milik fungsi berwenang.

    Standar penyelesaian setiap pekerjaan

    1. Identitas: ID kasus/tugas, area/lokasi, dokumen/baris sumber, SKU/lot/batch, UOM, waktu dan versi data yang relevan.
    2. Pelaksanaan: pelaksana, penanggung jawab, pemeriksa, tenggat, realisasi dan bukti serah terima.
    3. Verifikasi: cek fisik/dokumen dan read-back bila ada perubahan sumber; catat siapa memeriksa, keputusan, serta alasan bila ada tahapan yang tidak relevan.
    4. Tindak lanjut: exception memiliki severity, containment, PIC dan tenggat. CAPA memiliki akar masalah, implementasi, rencana review, pemeriksa dan status close/reopen.
    5. Pengukuran: hasil memperbarui KPI dengan scope/periode yang konsisten; kesalahan data sumber tidak dianggap perbaikan operasional tanpa bukti lapangan.

    Kriteria penyelesaian per alur

    AlurSelesai bilaJika belum memenuhi
    Receiving / issue / returnBarang, status, dokumen, lokasi dan pencatatan cocok; pihak penerima/pemeriksa sah; keputusan QC tersedia jika diperlukan.Tetap pending/exception. Penambahan stok layak alokasi dan penutupan pekerjaan memerlukan hasil verifikasi yang lengkap.
    Transfer / B2B / kanal lainOrder/alokasi, batch, dispatch, penerimaan/POD dan posting terkait direkonsiliasi. Pembatalan, short receipt dan sisa/backorder memiliki penyelesaian sah.Partial/in-transit/backorder tetap terlihat; bukti penerimaan yang hilang dieskalasikan sesuai SLA.
    Replenishment tokoUsulan disetujui Planning/Retail, stok eligible dialokasikan, barang diterima dan rak diperiksa. Parameter dievaluasi terhadap stockout, aging, kapasitas dan modal kerja.Ketersediaan gudang positif tidak dianggap OSA baik; pasokan kurang/hold, ETA dan gap kebutuhan tetap masuk review.
    Selisih / koreksiCount, movement, cutoff dan akar selisih terbukti; koreksi sumber/adjustment sah dan hasilnya ditandatangani Inventory Control setelah read-back.Data stale, self-approval, recount berbeda atau hasil sumber tidak cocok menghalangi closure.
    Mutu / CAPAContainment dan disposition sah, koreksi yang relevan diverifikasi, tindakan terlaksana, review independen efektif dan close disetujui.Ketidakefektifan membuka kembali CAPA; kejadian baru setelah close membuat kasus lanjutan terkait atau reopen sesuai kebijakan, tanpa menghapus riwayat.

    Status kesiapan implementasi

    KomponenStatus per 15 Oktober 2026
    Struktur dan uraian tugasDicocokkan dengan bagan Operations, dengan tambahan cakupan B2B berdasarkan cakupan operasional yang diusulkan. Nama/mandat PIC yang belum ditetapkan tetap menunggu pengesahan perusahaan.
    Keterkaitan uraian tugas–modul–bukti–penutupanDipetakan pada matriks ini; menjadi spesifikasi pembahasan bersama HR, Deputi COO, CO Founder & COO, QA dan Systems.
    Fungsi prototipeSimulasi satu kasus produk jadi–CAPA, filter contoh cakupan, navigasi dan cetak. Penerapan operasional seluruh modul dan area memerlukan tahap pengembangan serta uji terima.
    Integrasi Stockwiz dan penggunaan timBelum terhubung. API/ekspor, mapping, login, backend, data bersama, bukti file, approval server, log dan UAT operasional belum diimplementasikan.

    Materi keputusan dan kepemimpinan

    Rancangan aplikasi mendukung pelaksanaan program kerja, pengendalian operasional, dan pengembangan tim. Acuan pembahasan utama tersedia pada ringkasan keputusan, rencana pembinaan SPV/PIC, business case untuk validasi Finance, rencana hambatan/eskalasi, serta pengalaman dan kompetensi pendukung. Panel kendali SPV dan laporan Manager perlu menampilkan perkembangan tim, kapasitas, biaya serta keputusan yang diperlukan sesuai mandat, bukan hanya jumlah temuan.

    Sebelum go-live: sahkan PIC/backup dan scope B2B, metode akses Stockwiz, kamus status/UOM, cutoff dan SLA, batas nilai/risiko persetujuan, klasifikasi CAPA, rencana efektivitas, retensi, backup/restore serta acceptance test. Hal-hal ini merupakan keputusan implementasi, bukan asumsi bahwa sistem sudah terintegrasi.

    KONSEP APLIKASI

    Satu sumber stok, satu alur tindak lanjut

    Aplikasi pendamping Stockwiz untuk mengendalikan pekerjaan, memastikan kebenaran persediaan, dan menutup akar masalah.

    Keputusan rancangan: seluruh data operasional diperoleh dari Stockwiz, berdasarkan informasi awal mengenai proses operasional. Cakupan meliputi bahan awal (bahan baku dan bahan kemas), produk jadi/stockroom, warehouse B2B, serta area produk jadi dan kanal lain yang ditetapkan. Aplikasi ini tidak membangun buku stok tandingan. Stockwiz tetap menjadi sumber resmi saldo/transaksi; aplikasi menyimpan penugasan, hitungan fisik, bukti, investigasi, persetujuan, dan CAPA beserta referensi ke data sumber.

    STOCKWIZMaster · transaksi · stok · reservasi · batch/status yang tersedia
    VALIDASI & REKONSILIASIPemetaan kode · kelengkapan · cutoff · versi snapshot
    APLIKASI PENDAMPINGTugas tim · pengecualian · count · CAPA · dashboard

    Ketersediaan API, webhook, dan izin tulis Stockwiz perlu diverifikasi bersama Systems. Rancangan awal mendukung pembacaan API yang diotorisasi atau ekspor file terkontrol; metode final ditetapkan setelah pemeriksaan teknis bersama Systems.

    Modul yang dibutuhkan tim

    ModulPekerjaan yang dipermudahHasil / kontrol utama
    01 · Panel kendali SPVPrioritas per shift, pembagian PIC/backup, kapasitas, cut-off, backlog, dan serah terima.Daftar pekerjaan dengan pemilik, tenggat, status, bukti, dan eskalasi; laporan terpadu ke Manager.
    02 · Administrasi & dokumenAntrean receiving/issue/return/transfer yang dokumen atau postingnya belum lengkap.Cocokkan dokumen, pelaksanaan fisik, dan referensi Stockwiz. Peringatan dokumen ganda/hilang serta transaksi terlambat.
    03 · Stock explorerPencarian SKU, lokasi/bin, batch, expiry, status mutu, reserved, dan available.Saldo per dimensi dan waktu sumber. Data yang belum tersedia ditandai tidak lengkap, bukan diisi nol.
    04 · Cycle count & rekonsiliasiPerintah hitung berbasis risiko, blind count, recount, perbandingan, investigasi, dan permohonan koreksi.Petugas hitung/pemeriksa berbeda, kondisi awal terkunci, pergerakan saat count direkonsiliasi, koreksi dengan otorisasi.
    05 · Kesiapan bahan & kemasanKebutuhan produksi/packing dibanding usable stock RM dan kelengkapan set packaging.Gap per bahan/komponen pembatas, barang hold, expiry/retest, ETA dan PIC tindak lanjut. Rencana mengikuti data Stockwiz/PPIC yang dipetakan.
    06 · Transfer, pemenuhan order & replenishmentTransfer RM/PM/FG, kebutuhan SKU–toko, alokasi/reservasi order B2B dan kanal lain, picking, dispatch, in-transit, receipt dan refill.Usulan sesuai kebutuhan produksi/order/demand; batch eligible; konfirmasi tujuan/customer dan shelf life. Pemenuhan parsial tetap terbuka; stok/kanal tidak dihitung dua kali.
    07 · Mutu & kondisi simpanStatus release/hold/reject, retur/recall, expiry, log lingkungan, sanitasi, hama, dan alat ukur.Keputusan mutu dari fungsi berwenang; bukti log yang belum ada di Stockwiz dicatat sebagai catatan kontrol tambahan, tanpa mengubah saldo sumber.
    08 · Investigasi & CAPATemuan, containment, analisis penyebab, correction, corrective action, preventive action, dan review efektivitas.Kasus terhubung ke transaksi/count, penanggung jawab, tenggat, bukti, persetujuan, serta pembukaan kembali jika tidak efektif.
    09 · KPI & reviewInventory accuracy, backlog, stockout/OSA, fill rate, aging, kepatuhan serah terima, dan CAPA overdue.Definisi pembilang/penyebut dan cutoff konsisten; tampilkan cakupan data. OSA memerlukan bukti rak dari Retail, tidak disimpulkan hanya dari saldo positif.
    10 · Master & integrasiPemetaan kode lokasi, SKU/UOM, pengguna, struktur tim, parameter toko, serta impor/sinkronisasi.Master sumber mengikuti Stockwiz; kebijakan aplikasi berversi/disetujui. Batch impor gagal tidak dipromosikan menjadi saldo aktif.

    Contoh antrean kerja harian

    Awal shift

    SPV meninjau freshness data, shortage kritis, barang hold, penerimaan hari ini, dan kasus overdue. Tugas diberikan kepada koordinator/PIC area yang benar.

    Selama operasi

    PIC memantau pelaksanaan dan bukti. Admin menyelesaikan dokumen/posting; Inventory Control menguji konsistensi. Hambatan lintas area masuk ke SPV.

    Akhir shift

    SPV menyetujui serah terima pekerjaan terbuka dan menyerahkan ringkasan realisasi, gap, serta keputusan yang diperlukan kepada Manager.

    STRUKTUR & HAK AKSES

    Hak akses mengikuti tanggung jawab

    Garis pelaporan berdasarkan bagan Operations; kewenangan aplikasi tetap memerlukan pengesahan perusahaan.

    Jalur pelaporan: Warehouse & Inventory Manager → Deputi COO → CO Founder & COO. HR menjadi mitra pembahasan organisasi, uraian tugas, kompetensi serta kebutuhan personel bersama kedua atasan tersebut. Akses approval di aplikasi mengikuti delegasi yang disahkan, bukan otomatis mengikuti hak administrator atau jabatan HR.

    PeranAkses dan pekerjaanBatas kewenangan
    CO Founder & COORingkasan strategis Operations, risiko signifikan, kebutuhan investasi/sumber daya dan persetujuan yang menjadi kewenangannya, melalui eskalasi Deputi COO.Akses dan batas persetujuan disahkan; keputusan mutu tetap fungsi berwenang. Tidak setiap transaksi warehouse memerlukan approval tingkat COO.
    Deputi COOAtasan langsung Manager: review kinerja warehouse, prioritas Operations, masalah lintas fungsi, risiko/CAPA signifikan dan persetujuan dalam delegasi.Keputusan di luar delegasi diteruskan kepada CO Founder & COO. Arah dan persetujuan tercatat tanpa melewati kontrol mutu, independensi dan batas Finance.
    HRPembahasan struktur, uraian tugas, kompetensi, PIC/backup, penempatan dan kebutuhan personel bersama Manager serta atasan Operations.Bukan atasan operasional Manager; akses pada data personel/organisasi sesuai kebutuhan. Tidak otomatis mendapat hak perubahan stok atau approval koreksi/CAPA.
    ManagerDashboard seluruh area dalam mandat, prioritas, usulan/penetapan PIC, persetujuan koreksi sesuai batas nilai/risiko, dan penutupan CAPA setelah review independen. Melapor kepada Deputi COO.Keputusan di luar mandat melalui Deputi COO kepada CO Founder & COO; tidak menggantikan pelulusan QC, otorisasi Finance atau kewenangan kanal. Bukan approver atas permohonannya sendiri.
    Warehouse SPV
    I Ketut Mayun S.A
    Membagi tugas enam fungsi, menyetujui jadwal count, meninjau realisasi/serah terimas, menugaskan tindakan CAPA, dan mengeskalasi hambatan kepada Manager.Tidak boleh melewati pemeriksa independen atau mengesahkan adjustment sendiri. PIC mengikuti delegasi Manager/atasan Operations; HR mendukung penetapan formal personel.
    RM Coordinator
    I Made Ariata
    Penugasan RM Staff, kesiapan bahan, issue/return, kondisi simpan dan pengecualian area RM.Hak lokasi dibatasi; perubahan bahan, spesifikasi, status mutu, dan jadwal lintas area memerlukan pemilik keputusan.
    Packaging Coordinator
    I Wayan Astina Putra
    Penugasan Packaging Staff, kelengkapan set kemasan, kode/versi, rekonsiliasi issue/return/sisa.Tidak mengubah artwork/spesifikasi atau menggunakan sisa berstatus hold tanpa persetujuan.
    Receiving PIC
    I Komang Rai Wiguna
    Mengoordinasikan Stock Keeper dan Warehouse Admin; verifikasi penerimaan, put away, dokumen dan backlog.Tidak dianggap sebagai koordinator jabatan baru; keputusan mutu tetap QC dan pekerjaan lintas area diatur SPV.
    RM Staff / Packaging StaffPelaksanaan penyimpanan, penyiapan, issue/return dan catatan realisasi sesuai tugas koordinator masing-masing.Akses area dan jenis kerja dibatasi; tidak mengubah spesifikasi/status mutu, mengotorisasi koreksi, atau mengesahkan hasil sendiri.
    FG PICKesiapan produk diluluskan, reservasi berdasarkan alokasi, picking/checking dan serah terima produk jadi.Nama belum tercantum; akses setelah penetapan PIC. Prioritas kanal oleh pemilik keputusan; pemeriksa dispatch terpisah menurut risiko.
    PIC warehouse B2BStok/lokasi B2B, reservasi per order/customer, remaining shelf life, partial fulfillment, dokumen serta bukti penyerahan.Jabatan/PIC dan jalur pelaporan disahkan sesuai pemetaan perusahaan. Tidak membuat keputusan komersial atau menduplikasi saldo FG sebagai alokasi kanal.
    Stock / Cycle CountHitung fisik dan recount independen per scope RM/PM/FG/B2B, dengan kondisi awal serta kontrol movement.Pelaporan operasional ke SPV; hasil untuk rekonsiliasi Inventory Control. Tidak mengubah saldo atau menghitung ulang sendiri hasil putaran awal sebagai pemeriksa independen.
    Stock Keeper
    I Wayan De Setiawan
    Pelaksanaan fisik dan konfirmasi lokasi/serah terima sesuai penugasan Receiving serta kesepakatan PIC area.Tidak mengubah saldo/label/status mutu atau mengesahkan hitungan barang sendiri.
    Warehouse Admin
    Ni Komang Melayanti
    Dokumen dan referensi posting Stockwiz sesuai akses; mencatat hasil pembukuan serta menangani transaksi tertunda.Tidak menyetujui permohonan koreksi yang dibuatnya sendiri. Penandaan “sudah posted” harus diverifikasi melalui pembacaan ulang sumber.
    Inventory Control
    I Komang Sriada Wardika
    Validasi snapshot, analisis exception, investigasi variance, proposal koreksi, dan metrik persediaan.Bukan atasan Admin/Stock Keeper/Count; tidak sekaligus menjadi pelaksana dan pemberi persetujuan koreksi.
    QA/QC · PJT · Systems · Finance · Retail/LogisticsQC: keputusan mutu; PJT: koordinasi recall; QA/pemeriksa: efektivitas CAPA. Systems: integrasi. Finance: koreksi/nilai sesuai mandat. Retail/Logistics: receipt, rak dan transport.Fungsi mitra, bukan otomatis bawahan warehouse. Akses per objek/lokasi; administrator teknis tidak otomatis memiliki kewenangan bisnis.

    Aturan otorisasi

    • Hak akses diperiksa di server pada setiap tindakan, objek, lokasi, dan status workflow. Pembatasan pada antarmuka dilengkapi validasi otorisasi di server.
    • Identitas pengguna unik; akun bersama tidak dipakai untuk persetujuan. Perubahan hak akses/pengganti dicatat, disetujui, dan memiliki masa berlaku.
    • Requester, pelaksana koreksi, approver, dan pemeriksa efektivitas dipisahkan berdasarkan risiko. Jika tim kecil, gunakan pemeriksa silang dengan otorisasi tercatat.
    • Barang quarantine/hold/reject tidak menjadi available. Keputusan QC tidak dapat diubah SPV atau Admin melalui aplikasi pendamping.

    Selector peran pada simulasi hanya berisi pelaksana skenario count–koreksi–CAPA. Daftar tersebut tidak menggantikan matriks akses seluruh area di atas.

    Rute keputusan dan pelaporan dalam aplikasi

    • SPV/PIC melaporkan realisasi, exception serta tindakan kepada Manager; Manager menyerahkan ringkasan kinerja, risiko, CAPA dan kebutuhan keputusan kepada Deputi COO.
    • Permohonan di atas batas nilai/risiko atau di luar mandat Manager berstatus pending approval Deputi COO; bila melampaui delegasinya diteruskan kepada CO Founder & COO. Persetujuan tidak dipaksakan pada Manager hanya agar workflow selesai.
    • Approval mengikat objek, jumlah/nilai, risiko, versi dan delegasi. Perubahan signifikan memerlukan review ulang; keputusan terpisah QA/QC/Finance tetap dipenuhi.
    • Simulasi saat ini memakai transaksi ilustrasi dalam mandat Manager. Approval Deputi COO/CO Founder & COO serta pengelolaan delegasi masih spesifikasi pembangunan, belum fungsi operasional prototipe.

    DATA & ARSITEKTUR

    Sinkronisasi yang dapat direkonsiliasi

    Saldo tidak diketik ulang di aplikasi. Setiap angka menunjuk ke sumber, dimensi stok, dan waktu pengambilan yang jelas.

    Kontrak data Stockwiz

    Data sumberField yang perlu diverifikasiJika tidak tersedia / tidak valid
    MasterID sumber SKU, lokasi/bin, UOM dan konversi, satuan dasar, produk aktif, batch/expiry serta status mutu bila didukung.Masuk antrean pemetaan. Data batch/status yang kosong tidak ditafsirkan sebagai released atau bebas expiry.
    Snapshot stokKelompok RM/PM/FG, SKU–lokasi/bin–batch/lot–status–UOM, on-hand, reserved, definisi available, as-of, versi dan scope snapshot. Kanal/customer/order menjadi dimensi alokasi saat relevan.Tampilkan data tidak lengkap/stale dan blok keputusan yang memerlukan data tersebut. Jangan mengurangi reservasi dua kali bila sumber sudah net; gudang B2B fisik dibedakan dari alokasi B2B di lokasi FG yang sama.
    Transaksi & transferID dokumen/baris sumber, jenis, jumlah, asal/tujuan, batch, waktu fisik/posting, status, reversal serta receipt parsial.Dokumen duplikat atau referensi putus diinvestigasi. Pembatalan sumber tidak menghapus jejak asli; relasi reversal dipertahankan.
    Demand, order & supplyPenjualan SKU–toko per hari, open order, inbound/ETA, kebutuhan produksi/packing, promosi dan kalender bila tersedia.Usulan replenishment ditandai bersyarat; zero sales saat stockout dipisahkan dari zero demand. Ketersediaan field diuji, tidak diasumsikan.

    Alur integrasi bertahap

    1. Landing: simpan batch impor/snapshot mentah dengan ID, waktu sumber/ingest, scope, jumlah baris, checksum, dan hasil pemeriksaan.
    2. Validasi: periksa mapping, UOM, angka, batch/status, kelengkapan pagination/file, duplikasi, dan total kontrol. Snapshot tidak lengkap gagal secara utuh, tidak mengganti snapshot valid terakhir.
    3. Promosi: hanya snapshot tervalidasi menjadi tampilan aktif. Tampilkan freshness dan sumber; notifikasi bila sinkronisasi terlambat menurut SLA yang disepakati.
    4. Investigasi/koreksi: rekomendasi disetujui mengikuti risiko/nilai. Jika API tulis terverifikasi dan diotorisasi, kirim perintah dengan kunci idempoten; jika belum, Admin memposting di Stockwiz lalu memasukkan referensi.
    5. Read-back teknis: integrasi membaca kembali transaksi dan saldo sumber; cocokkan referensi, scope, jumlah serta versi. Timeout berstatus “hasil belum pasti”; telusuri referensi sebelum retry.
    6. Verifikasi bisnis: Inventory Control memeriksa substansi dokumen, kedua lokasi, cutoff/movement dan hasil fisik, kemudian memberi sign-off. Systems tidak menggantikan persetujuan bisnis; mismatch tetap menjadi exception terbuka.

    Empat status yang tidak boleh dicampur

    • Status mutu barang: karantina/diluluskan/ditolak dan keputusan mutu terkait, berasal dari fungsi berwenang.
    • Status logistik/alokasi: reserved, picked, staged, in-transit, partial atau received, ditautkan ke dokumen dan lokasi. Reserved bukan tambahan on-hand atau keputusan mutu.
    • Status kasus: open, investigasi, pending approval, koreksi, verifikasi, CAPA, close/reopen; kasus terbuka tidak otomatis mengubah status QC barang.
    • Status integrasi: valid, stale, incomplete, failed, pending confirmation. Angka dari snapshot tidak lengkap tidak dianggap saldo nol atau sumber baru yang sah.

    Entitas aplikasi pendamping

    EntitasIsi pentingRelasi / kendali
    source_import / source_snapshot / source_documentID sumber, scope, as-of, versi, mapping/UOM, raw reference, jumlah kontrol dan status impor.Read model dari Stockwiz; bukan ledger independen. Kunci unik sumber+ID+baris+versi; revisi tidak menggandakan saldo.
    user / role / area_assignmentIdentitas, peran, lokasi yang boleh diakses, atasan, backup, masa berlaku dan riwayat persetujuan.Mengikuti struktur yang disahkan. Akses teknis dan otorisasi bisnis dipisahkan.
    work_order / serah terimaJenis pekerjaan, area, assignee, pemeriksa, prioritas, tenggat, bukti dan penerima serah terima.Terhubung dokumen Stockwiz; close hanya setelah bukti/serah terima diperiksa.
    count_session / count_line / recountScope/kondisi awal snapshot, waktu cut-off, hitungan, petugas, pergerakan relevan dan hasil recount.Hitungan disimpan per putaran; perubahan hasil punya alasan dan versi. Penghitung tidak melihat expected quantity sebelum submit.
    inventory_case / correction_request / approval / delegationTemuan, delta, bukti, penyebab, rekomendasi, nilai/risiko, versi, approver, batas delegasi serta hasil posting/read-back.Routing Manager → Deputi COO → CO Founder & COO mengikuti otorisasi yang disahkan; persetujuan mengikat objek/versi/snapshot. HR mendukung personel, tidak otomatis menjadi approver operasional. Perubahan signifikan memerlukan review ulang.
    capa / action / effectiveness_reviewContainment, correction, corrective/preventive action, PIC, tenggat, verifikasi implementasi dan rencana efektivitas.Kriteria efektivitas ditetapkan sebelum evaluasi; gagal → reopen. Tidak boleh close hanya karena saldo sudah cocok.
    evidence / audit_event / integration_commandReferensi file/bukti, hash/versi, actor, waktu server, aksi, nilai sebelum/sesudah, correlation ID, hasil perintah dan retry.Audit event tidak diedit melalui UI; pembetulan berupa event baru. Bukti disimpan dengan kontrol akses, backup, retensi dan uji pemulihan.

    Arsitektur implementasi yang disarankan

    Mulai dengan satu aplikasi web responsif, satu layanan API, database relasional, penyimpanan bukti, dan worker integrasi terjadwal. Pisahkan modul secara logis sebelum mempertimbangkan layanan terpisah. Gunakan stack yang sudah dikuasai Systems; PostgreSQL merupakan opsi database, bukan keputusan pengadaan final.

    Perubahan status kasus, approval, audit event, dan antrean perintah dicatat dalam transaksi database yang konsisten. Gunakan versi rekaman/locking untuk mencegah dua approval atau posting bersamaan, constraint unik untuk idempotensi, serta pembatasan akses di API. Integrasi eksternal memakai antrean perintah dan rekonsiliasi hasil; transaksi lokal tidak dianggap bisa menjamin transaksi lintas Stockwiz secara otomatis.

    Kebutuhan nonfungsional dan referensi teknis
    • Usulan SLA data: target interval API 5–15 menit bila didukung; ekspor file mengikuti cut-off operasional. Target final setelah uji beban, kemampuan sumber, dan kebutuhan bisnis.
    • Jam tersimpan dalam UTC dan ditampilkan Asia/Jakarta; satuan dasar serta decimal precision ditetapkan per jenis bahan. Jangan membulatkan bahan timbang mengikuti asumsi unit produk jadi.
    • HTTPS, sesi terautentikasi, pembatasan objek/lokasi, kontrol file bukti, audit, backup serta uji restore. Target pemulihan dan masa retensi disahkan pemilik proses/QA/Systems.
    • Mode offline, bila dibutuhkan, hanya menyimpan draft tugas/count. Posting dan persetujuan tetap menunggu koneksi serta pemeriksaan versi di server.

    Referensi teknis: PostgreSQL — Explicit Locking dan OWASP — Authorization Cheat Sheet. Spesifikasi koneksi Stockwiz ditetapkan setelah verifikasi teknis bersama Systems dan pemilik sistem.

    KONTROL & PENYELESAIAN AKAR MASALAH

    Keandalan stok dan pencegahan masalah berulang

    Setiap temuan memiliki pemilik, bukti, tindakan, tenggat, pemeriksa, dan kriteria penutupan.

    Alur kasus standar

    TemuanContainmentVerifikasi / recountInvestigasiApprovalKoreksi StockwizRead-backImplementasi CAPAUji efektivitasClose / reopen

    Containment berjalan sejak temuan terdeteksi: lindungi barang/proses terdampak, hentikan alokasi yang diragukan sesuai risiko, dan amankan bukti. Pengendalian risiko mutu atau selisih yang signifikan dimulai segera, sejalan dengan proses investigasi. Freeze lokasi/batch pada count disepakati dengan operasi; jika pergerakan tetap terjadi, semua movement selama interval harus direkonsiliasi sebelum delta ditetapkan.

    Triage dan cabang penyelesaian

    • Count sesuai: tutup perintah hitung dengan verifikasi scope/cutoff; tidak membuat adjustment atau CAPA otomatis.
    • Koreksi sederhana: masalah terisolasi dengan bukti memadai dapat ditutup setelah koreksi dan verifikasi, bila tidak memenuhi kriteria CAPA. Alasan dan persetujuan triage tetap dicatat sesuai risiko.
    • Temuan sistemik, berulang, atau berisiko tinggi: buka CAPA dengan akar masalah, pemilik, tenggat dan rencana efektivitas. Ambang penilaian disahkan QA/manajemen, tidak diputuskan sepihak oleh aplikasi.
    • Temuan mutu/proses tanpa perubahan saldo: misalnya kondisi simpan atau higiene, dapat langsung masuk jalur QA/CAPA tanpa count atau posting stok. Bukti evaluasi mutu dan implementasi menjadi syarat verifikasi.
    • Data sumber tidak andal: perbaiki/revalidasi snapshot dan rekonsiliasi sebelum menyimpulkan variance fisik. Penahanan alokasi sementara dicatat terpisah dari keputusan hold mutu.
    Jenis tindakanContoh transfer belum postedBukti / pemilik
    ContainmentTandai scope count dan tahan alokasi yang datanya diragukan; amankan dokumen kirim/receipt.PIC area dan SPV, dengan QA untuk risiko mutu; waktu, scope, status dan dampaknya dicatat.
    CorrectionLengkapi pencatatan transfer yang benar-benar terjadi di Stockwiz. Koreksi mempertahankan referensi transaksi asal agar penyebab selisih tetap tertelusur.Admin, dokumen sah dan approval; Inventory Control memeriksa read-back kedua lokasi.
    Corrective actionPerbaiki proses serah terima/posting, tetapkan backup, dan selesaikan backlog serupa pada area terdampak.SPV dan Receiving/Admin; SOP/checklist berversi, bukti sosialisasi dan verifikasi pelaksanaan.
    Preventive actionTerapkan deteksi “sudah dikirim tetapi belum posted/received”, pemeriksaan cut-off, serta review risiko pada area lain.SPV/Systems dan PIC area lain; aturan exception, cakupan penerapan, dan bukti respons.
    Effectiveness reviewPeriksa sampel berbasis risiko selama periode cukup: bukti fisik, posting, receipt, dan kejadian berulang.QA/pemeriksa independen. Contoh uji coba: 10 transfer selama dua minggu, seluruhnya lengkap dan tidak ada pengulangan; rencana final disahkan sebelum review.

    Kontrol otomatis yang perlu disediakan

    • Dokumen: referensi ganda, nomor tidak dikenal, jumlah/baris tidak sesuai, serta bukti serah terima belum lengkap.
    • Stok: saldo negatif, mismatch lokasi/batch/status, reserved melebihi eligible stock, expiry, dan available yang memasukkan barang non-saleable.
    • Transfer: dispatch tanpa receipt melewati SLA, jumlah diterima parsial, perbedaan batch, serta dokumen fisik tanpa posting.
    • Count: blind count, recount oleh pengguna berbeda, scope count tumpang tindih, kondisi awal berubah, dan transaksi selama count.
    • CAPA: tugas overdue, bukti implementasi belum diverifikasi, periode efektivitas belum selesai, kasus berulang, dan approval atas versi lama.
    • Integrasi: snapshot stale, file/pagination tidak lengkap, retry duplikat, hasil posting belum pasti, serta saldo read-back tidak sesuai.

    Persyaratan penutupan CAPA

    1. Akar masalah didukung bukti dan containment dinilai cukup.
    2. Jika ada koreksi transaksi/status di Stockwiz, hasil read-back diverifikasi secara bisnis oleh Inventory Control serta QC bila terkait keputusan mutu. Jika tidak ada perubahan sumber, ketidakrelevanan tahap tersebut memiliki alasan dan persetujuan pemeriksa.
    3. Tindakan implementasi mempunyai pemilik, tanggal, bukti, dan verifikasi penyelesaian.
    4. Review efektivitas selesai sesuai rencana periode/sampel dan dilakukan pihak yang berbeda dari pelaksana tindakan.
    5. Efektif → penutupan disetujui sesuai mandat; tidak efektif → kasus dibuka kembali dengan tindakan dan tenggat baru. Kejadian terkait setelah close ditautkan ke kasus lanjutan/reopen sesuai kebijakan tanpa menghapus riwayat.

    Rancangan mutu mengikuti pembagian tugas dan matriks CPKB dalam proposal program. Sistem mendukung pelaksanaan dan bukti; penilaian mutu, kriteria risiko, otorisasi, serta validasi sistem tetap ditetapkan perusahaan bersama QA/Regulatory.

    PRIORITAS PEMBANGUNAN

    Tahapan pembangunan dan penerapan sistem

    Mulai dari data yang dapat dipercaya dan alur selisih sampai selesai; perluas setelah manfaat dan kontrolnya terbukti.

    TAHAP 1 · VALIDASI

    Kesepakatan data & proses

    Periksa ekspor/API Stockwiz, mapping lokasi/SKU/UOM, batch/status, definisi available/reserved, konsistensi cutoff, pengguna, batas approval, dan prosedur pergerakan saat count.

    Output:

    Data dictionary, contoh snapshot tervalidasi, rancangan hak akses, SOP uji coba, dan daftar gap integrasi. Estimasi waktu/biaya baru dibuat setelah hasil ini.

    TAHAP 2 · MVP

    Kontrol stok & CAPA

    Stock explorer, panel kendali SPV, administrasi backlog, count/recount, investigasi, approval, referensi posting/read-back, CAPA, dan audit trail.

    Output:

    Satu area atau kelompok SKU uji coba menjalankan alur end-to-end dengan data operasional yang sudah disahkan dan pengguna terlatih.

    TAHAP 3 · PERLUAS

    Pasokan & pencegahan

    Kesiapan RM/Packaging, transfer DC–toko, rekomendasi replenishment, exception otomatis, log mutu, dan dashboard lintas lokasi.

    Output:

    Perluasan setelah UAT, rekonsiliasi, kontrol akses, backup/restore, serta SOP support memenuhi kriteria penerimaan.

    Uji terima sebelum penggunaan operasional

    SkenarioHasil yang wajib terjadi
    RM desimal, versi bahan kemas, serta order FG/B2BPresisi dan konversi UOM terjaga; label/artwork tidak tertukar; alokasi B2B/retail tidak menduplikasi saldo. Bahan hold/non-saleable tidak ikut eligible stock.
    Impor yang sama dua kali / batch impor tidak lengkapTidak menggandakan transaksi/saldo. Snapshot gagal tidak mengganti snapshot valid terakhir; alasan terlihat.
    Pengguna mengakses lokasi/peran di luar mandatServer menolak pembacaan dan tindakan; audit sesuai kebijakan. Uji dilakukan melalui API, bukan hanya tombol UI.
    Blind count dan recount oleh orang yang samaExpected quantity/hasil petugas lain tidak bocor lewat UI/API/export saat blind count; self-recount ditolak.
    Transfer baru terjadi selama countKondisi awal, timestamp dan movement diperhitungkan; delta tidak diambil dari dua waktu yang berbeda.
    Transfer fisik belum posted / susut belum terbuktiKasus memilih koreksi transaksi asal bila didukung bukti. Adjustment hanya melalui alasan, approval dan otorisasi yang sesuai.
    Dua approval / retry posting / timeout sumberVersi kasus dilindungi; satu intent tidak terposting dua kali. Hasil belum pasti ditelusuri sebelum perintah baru.
    Barang quarantine, retur belum release, atau expiredTidak menjadi stok layak alokasi; perubahan status harus berasal dari keputusan mutu sah.
    Admin menandai posted tetapi read-back berbeda / belum sign-off bisnisKasus tetap terbuka; ketidaksesuaian masuk exception integrasi. Systems menyelesaikan pembacaan teknis, lalu Inventory Control memverifikasi kedua lokasi/dokumen sebelum koreksi dianggap selesai.
    CAPA mutu tanpa koreksi saldo / koreksi sederhanaJalur yang tidak relevan tidak dipaksakan. Alasan triage dan keputusan pemeriksa dicatat; kasus berisiko/berulang tetap membutuhkan CAPA sesuai kebijakan yang disahkan.
    CAPA belum ada bukti / efektivitas gagal / review terlalu diniClose ditolak; gagal membuka kembali kasus. Pemeriksa implementasi/efektivitas mengikuti pemisahan tugas.
    Hilang koneksi / pemulihan backupDraft tidak dianggap posted; versi diperiksa saat tersambung. Restore membuktikan data, bukti, audit, dan referensi sumber tetap konsisten.

    Ukuran manfaat uji coba

    Bandingkan waktu administrasi per dokumen, jumlah/umur backlog, selisih fisik per baris/nilai, kecepatan investigasi, pengulangan kasus, CAPA overdue, serta ketersediaan produk uji coba. Penurunan stockout dinilai bersama stock aging, modal kerja, dan biaya distribusi agar perbaikan tidak hanya berasal dari penumpukan barang.

    Keputusan yang diperlukan

    Rancangan dibahas bersama HR, Deputi COO dan CO Founder & COO, dengan QA, Systems serta pemilik Stockwiz untuk aspek teknis/mutu. Manager mengajukan scope uji coba, metode akses data, PIC/backup, kebutuhan sumber daya, batas delegasi/persetujuan dan kriteria go-live melalui Deputi COO; keputusan pada tingkat CO Founder & COO mengikuti kewenangannya. HR mendukung organisasi dan personel. Prototipe belum memiliki backend, koneksi Stockwiz, autentikasi, penyimpanan bersama atau kontrol produksi.

    Reset skenario ilustrasi?

    Riwayat simulasi pada sesi ini akan kembali ke kondisi awal.