Awal shift
SPV meninjau freshness data, shortage kritis, barang hold, penerimaan hari ini, dan kasus overdue. Tugas diberikan kepada koordinator/PIC area yang benar.
Warehouse & Inventory Assurance
RANCANGAN & DATA ILUSTRASI
PROTOTIPE ALUR KERJA
Skenario ilustratif: transfer fisik 2 unit ke toko belum tercatat di Stockwiz.
Belum terhubung ke Stockwiz. Semua angka, bukti, dan transaksi pada simulasi ini bersifat ilustratif serta hanya berlaku selama halaman terbuka. Pemilihan peran di sini merupakan demonstrasi alur, bukan login atau otorisasi operasional.
Simulasi ini hanya mencakup satu kasus produk jadi. Gudang bahan baku, bahan kemas, B2B, dan area lainnya tercantum pada cakupan seluruh warehouse.
| Lokasi | On-hand | Diluluskan | Karantina | Reserved* | Available* |
|---|
*Reserved merupakan bagian dari stok diluluskan, bukan penambahan on-hand. Available = diluluskan − reserved pada skenario ini; retur/hold/expired tidak menjadi stok siap alokasi. Saat peran penghitung aktif, angka pembanding dan hasil petugas lain disembunyikan untuk demonstrasi blind count.
Perintah count difokuskan pada stok berstatus diluluskan di DC. Jumlah sistem awal 20 unit, hasil fisik ilustratif 18 unit, dan dokumen transfer yang belum tercatat berjumlah 2 unit. Koreksinya adalah membukukan transfer yang hilang, bukan langsung membuat adjustment minus.
Hasil hitung di luar skenario transfer 2 unit memerlukan investigasi tersendiri. Pada sistem operasional, alur investigasi perlu mendukung penyebab lain berdasarkan bukti. Kasus dengan hasil fisik sama dengan sistem selesai sebagai count tanpa selisih.
Case CAPA baru boleh ditutup setelah koreksi terlihat kembali dalam snapshot Stockwiz, diverifikasi secara bisnis oleh Inventory Control, tindakan perbaikan dilaksanakan, dan pemeriksa terpisah memverifikasi efektivitas. Penilaian efektivitas pada prototipe adalah bukti ilustrasi, bukan observasi lapangan nyata.
CAKUPAN SELURUH AREA
Cakupan sistem mencakup gudang bahan baku, bahan kemas, produk jadi, warehouse B2B, serta area terkait sesuai pemetaan lokasi dan mandat perusahaan.
Cakupan area berikut menjadi dasar usulan pengendalian warehouse. Warehouse B2B termasuk dalam cakupan kerja; penanggung jawab serta garis pelaporannya perlu dipetakan ke struktur yang disahkan. Penetapan jabatan dan garis pelaporan mengikuti struktur organisasi yang disahkan.
| Area / kelompok stok | Alur dan kontrol khusus | Penanggung jawab / koordinasi |
|---|---|---|
| Receiving & karantina bahan awal | Barang datang, pemeriksaan dokumen/CoA, label/lot, jumlah, kondisi wadah, karantina, sampling, keputusan mutu dan put away. Bahan awal terdiri dari bahan baku dan bahan kemas. | Receiving PIC, Stock Keeper dan Warehouse Admin; QA/QC untuk sampling serta release. Penempatan akhir mengikuti koordinator area. |
| Warehouse bahan baku / Raw Material | Lot, expiry/retest, status mutu, lokasi, satuan berat/volume, konversi, kondisi simpan, issue produksi, return, serta rekonsiliasi sisa dan selisih. | RM Coordinator dan RM Staff di bawah Warehouse SPV; kebutuhan melalui PPIC, mutu melalui QA/QC. |
| Warehouse bahan kemas / Packaging Material | Kemasan primer/sekunder, kode/versi label/artwork, set kemasan per order, pemisahan bahan cetak, issue/return/sisa berkode, rusak dan obsolete. | Packaging Coordinator dan Packaging Staff di bawah Warehouse SPV; koordinasi Packing/PPIC, QA dan pemilik spesifikasi. |
| Warehouse produk jadi / Stockroom FG | FG receipt, quarantine/release, batch/expiry, penyimpanan, reservasi, picking/checking, transfer dan penyerahan ke kanal tujuan. | FG PIC di bawah Warehouse SPV; personel dan backup ditetapkan sesuai mandat. QC tetap pemilik keputusan mutu. |
| Warehouse produk B2B | Stok produk jadi untuk order B2B: alokasi/reservasi per sales order/customer, batch dan remaining shelf life, partial fulfillment, dokumen kirim, serta konfirmasi serah terima/retur. | PIC warehouse B2B dipetakan bersama SPV/Manager dan HR; Sales B2B mengesahkan kebutuhan komersial, Logistics menangani shipping sesuai mandat. Tidak mengalihkan kepemilikan Sales/Logistics ke warehouse. |
| Produk jadi retail, e-commerce dan kanal lain | Alokasi per kanal/order, stock eligibility, transfer antarlokasi, in-transit, receipt parsial, pemenuhan order serta ketersediaan produk. Kanal dan lokasi disimpan sebagai dimensi berbeda. | FG/PIC lokasi dengan pemilik kanal. Hubungan DC, toko, marketplace/fulfillment dipetakan menurut mandat; tidak otomatis seluruhnya bawahan SPV. |
| Area retur, reject, damaged, expired dan recall | Identitas asal/batch/alasan, pemisahan atau pengamanan status, evaluasi mutu, disposition, pengembalian atau pemusnahan serta rekonsiliasi. | PIC lokasi, Inventory Control dan Admin; keputusan mutu/disposition oleh fungsi berwenang, koordinasi recall melalui PJT. Tidak menjadi stok available. |
| Staging dispatch dan in-transit | Barang siap kirim, pemeriksaan, dispatch, pengangkutan dan penerimaan. In-transit menunjukkan barang dalam perjalanan, bukan penambahan stok jaringan atau stok fisik tujuan. | PIC pengirim/penerima dan Logistics; setiap perpindahan terhubung satu referensi dan bukti serah terima. |
Seluruh baris berikut adalah ilustrasi pemetaan, terpisah dari simulasi kasus CAPA. Tidak ada penjumlahan kg, liter, pcs, atau stok beda SKU menjadi satu angka persediaan. On-hand = diluluskan + karantina + blocked pada contoh ini; reserved merupakan bagian dari diluluskan.
| Area / lokasi | SKU / batch | UOM | On-hand | Diluluskan | Karantina | Blocked* | Reserved | Available |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Warehouse RMWH-RM / BIN-A01 | RM-DEMO-01LOT-RM-261001 | kg | 125,50 | 100,50 | 25,00 | 0,00 | 20,00 | 80,50 |
| Warehouse RMWH-RM / BIN-B01 | RM-DEMO-02LOT-RM-261002 | liter | 60,00 | 50,00 | 10,00 | 0,00 | 8,00 | 42,00 |
| Warehouse bahan kemasWH-PM / BOTOL-01 | PM-DEMO-01LOT-PM-261001 | pcs | 5.000 | 4.500 | 500 | 0 | 1.000 | 3.500 |
| Warehouse bahan kemas cetakWH-PM / LABEL-01 | PM-DEMO-02 · versi 02LOT-LBL-261001 | pcs | 3.000 | 2.800 | 0 | 200 | 600 | 2.200 |
| Stockroom produk jadiWH-FG / FG-A01 | FG-DEMO-01BATCH-FG-261001 | pcs | 800 | 700 | 100 | 0 | 150 | 550 |
| Warehouse B2BWH-B2B / B2B-A01 | FG-DEMO-02BATCH-B2B-261001 | pcs | 600 | 580 | 0 | 20 | 400 | 180 |
| Area retur produk jadiWH-RETURN / HOLD-01 | FG-DEMO-03BATCH-RET-260901 | pcs | 35 | 0 | 35 | 0 | 0 | 0 |
*Blocked mencakup stok tidak layak alokasi pada contoh. Dalam data operasional, alasan reject/rusak/expired/recall tetap dipisahkan dan ditelusuri per status. Kode lokasi contoh belum menyatakan pemetaan aktual Stockwiz.
HASIL PENYELARASAN RANCANGAN
Setiap tanggung jawab memiliki masukan, pelaksana, keluaran, pemeriksa dan tindak lanjut yang dapat ditelusuri.
Pemetaan ini menyelaraskan dokumen program dengan rancangan sistem pendukung. Modul operasional masih berupa rancangan dan belum terhubung ke Stockwiz. Prototipe aktif hanya memperagakan kasus count–transfer produk jadi–CAPA; tabel cakupan area lainnya adalah contoh data.
| Uraian tugas / pemilik | Input → pekerjaan / modul | Hasil, pemeriksa dan akhir proses |
|---|---|---|
| Deputi COO → CO Founder & COO | Laporan Manager, risiko/CAPA signifikan, konflik lintas fungsi, kebutuhan anggaran dan keputusan di luar mandat → review serta eskalasi melalui rantai Operations. | Deputi COO menerima pelaporan langsung Manager; keputusan pada tingkat CO Founder & COO diteruskan sesuai kewenangan. Delegasi, arahan, keputusan dan tenggat dicatat; tidak mengambil alih pelulusan mutu. |
| HR sebagai mitra organisasi | Mandat, struktur, uraian tugas, kompetensi, backup dan kebutuhan personel → pembahasan bersama Manager, Deputi COO dan CO Founder & COO. | uraian tugas/penempatan dan program pelatihan diselaraskan serta disahkan sesuai mekanisme perusahaan. Pelaporan dan persetujuan operasional warehouse mengikuti jalur Operations serta delegasi yang disahkan. |
| Manager | Laporan SPV, exception, risiko dan kebutuhan sumber daya → prioritas, pengesahan PIC dan review KPI dalam delegasi Deputi COO/CO Founder & COO. | Laporan kepada Deputi COO, dengan eskalasi ke CO Founder & COO untuk keputusan di luar mandat. Case close sesuai delegasi setelah bukti/verifikasi lengkap; struktur dan personel dibahas bersama HR. |
| Warehouse SPV | Order/kebutuhan produksi, receiving, stok dan backlog area → work order per shift, penugasan enam fungsi, pemeriksa/backup, serah terima dan eskalasi. | Satu laporan konsolidasi rencana–realisasi, backlog berumur, dan risiko. PIC penerima mengakui serah terima; Manager memutuskan masalah lintas fungsi. Perbaikan proses menjadi action CAPA bila perlu. |
| Receiving PIC | PO/transfer, CoA dan barang datang → checklist terima, status awal, put away serta pembagian pekerjaan Stock Keeper/Admin pada modul Administrasi. | Jumlah/kondisi/batch, lokasi, waktu fisik dan posting terhubung satu referensi. PIC area mengonfirmasi serah terima; QC memutuskan mutu. Selisih/dokumen kurang masuk exception, bukan receipt fiktif. |
| Stock Keeper | Penugasan lokasi dan movement dari Receiving/SPV/PIC area → penanganan fisik, identifikasi, FEFO dan bukti serah terima. | Log asal–tujuan–batch–jumlah–waktu dan kondisi barang. PIC/penerima memeriksa; Admin memposting bukti; Inventory Control memvalidasi konsistensi. |
| Warehouse Admin | Dokumen fisik yang diverifikasi → antrean kelengkapan dan posting Stockwiz, referensi sumber serta exception transaksi. | Bukti posted belum otomatis close: integrasi membaca ulang sumber, Inventory Control memverifikasi substansi dan hasil kedua lokasi. Backlog/dokumen kurang tetap terbuka dengan PIC. |
| RM Coordinator dan RM Staff | Kebutuhan bahan/order produksi, usable stock, lot/UOM dan status QC → penugasan staf, issue/return, kesiapan bahan serta daftar shortage. | Koordinator memeriksa realisasi staf; Production mengakui penyerahan, Admin melengkapi posting, Inventory Control merekonsiliasi. Retur/wadah terbuka melalui pemeriksaan kelayakan sesuai SOP; tidak otomatis kembali available. |
| Packaging Coordinator dan Packaging Staff | Kebutuhan packing, komponen, kode/versi dan stock → kelengkapan set, penugasan, issue/return/sisa pada modul Kesiapan Kemasan. | Rekonsiliasi komponen/sisa berkode; Packing mengakui jumlah, koordinator memeriksa, QA menentukan disposition yang relevan. Beda versi, obsolete atau sisa hold tidak menjadi stok eligible. |
| FG PIC dan PIC warehouse B2B | FG receipt/status release dan order/alokasi kanal → reservasi, picking/checking, transfer/dispatch dan pemenuhan parsial. | Batch, jumlah, customer/order, surat kirim dan bukti receipt/POD terhubung. PIC penerima/Logistics memverifikasi serah terima; partial/backorder tetap terbuka. Pembatalan order melepaskan reservasi melalui prosedur sumber, tanpa menambah on-hand. |
| Inventory Control | Snapshot dan transaksi Stockwiz, hasil count/recount, dokumen fisik → rekonsiliasi, analisis penyebab, rekomendasi koreksi dan validasi read-back. | Delta pada cutoff yang sama, bukti akar masalah, approval, serta sign-off bisnis hasil koreksi. Temuan berulang/sistemik atau berisiko tinggi masuk CAPA; koreksi sederhana memakai alasan triage yang disetujui. |
| Stock / Cycle Count | Perintah dan scope hitung, kondisi awal, kontrol movement → blind count/recount dengan petugas berbeda. | Count sheet per putaran, identitas, UOM/presisi, kondisi/status dan bukti. Inventory Control merekonsiliasi; SPV mengoordinasikan tindak lanjut. Count sesuai tidak membuat adjustment/CAPA otomatis. |
| QA/QC dan PJT | Sampling, status barang, log lingkungan, retur/recall dan risiko mutu → keputusan mutu, disposition, koordinasi recall serta review efektivitas sesuai mandat. | Bukti keputusan dan status sumber, log tindakan, rekonsiliasi recall, verifikasi mutu. Kasus tanpa perubahan saldo ditutup melalui bukti proses/keputusan mutu; read-back saldo hanya diwajibkan bila relevan. |
| Systems serta mitra Planning, Sales, Retail, Logistics dan Finance | Systems: sinkronisasi/validasi teknis. Mitra: forecast/kebutuhan produksi, alokasi order, POD/receipt/refill, transport dan otorisasi nilai. | Stockwiz tetap sumber resmi transaksi. Ketersediaan rak perlu bukti Retail; SLA delivery perlu waktu penerimaan, bukan dispatch. Keputusan bisnis dan tanda tangan tetap milik fungsi berwenang. |
| Alur | Selesai bila | Jika belum memenuhi |
|---|---|---|
| Receiving / issue / return | Barang, status, dokumen, lokasi dan pencatatan cocok; pihak penerima/pemeriksa sah; keputusan QC tersedia jika diperlukan. | Tetap pending/exception. Penambahan stok layak alokasi dan penutupan pekerjaan memerlukan hasil verifikasi yang lengkap. |
| Transfer / B2B / kanal lain | Order/alokasi, batch, dispatch, penerimaan/POD dan posting terkait direkonsiliasi. Pembatalan, short receipt dan sisa/backorder memiliki penyelesaian sah. | Partial/in-transit/backorder tetap terlihat; bukti penerimaan yang hilang dieskalasikan sesuai SLA. |
| Replenishment toko | Usulan disetujui Planning/Retail, stok eligible dialokasikan, barang diterima dan rak diperiksa. Parameter dievaluasi terhadap stockout, aging, kapasitas dan modal kerja. | Ketersediaan gudang positif tidak dianggap OSA baik; pasokan kurang/hold, ETA dan gap kebutuhan tetap masuk review. |
| Selisih / koreksi | Count, movement, cutoff dan akar selisih terbukti; koreksi sumber/adjustment sah dan hasilnya ditandatangani Inventory Control setelah read-back. | Data stale, self-approval, recount berbeda atau hasil sumber tidak cocok menghalangi closure. |
| Mutu / CAPA | Containment dan disposition sah, koreksi yang relevan diverifikasi, tindakan terlaksana, review independen efektif dan close disetujui. | Ketidakefektifan membuka kembali CAPA; kejadian baru setelah close membuat kasus lanjutan terkait atau reopen sesuai kebijakan, tanpa menghapus riwayat. |
| Komponen | Status per 15 Oktober 2026 |
|---|---|
| Struktur dan uraian tugas | Dicocokkan dengan bagan Operations, dengan tambahan cakupan B2B berdasarkan cakupan operasional yang diusulkan. Nama/mandat PIC yang belum ditetapkan tetap menunggu pengesahan perusahaan. |
| Keterkaitan uraian tugas–modul–bukti–penutupan | Dipetakan pada matriks ini; menjadi spesifikasi pembahasan bersama HR, Deputi COO, CO Founder & COO, QA dan Systems. |
| Fungsi prototipe | Simulasi satu kasus produk jadi–CAPA, filter contoh cakupan, navigasi dan cetak. Penerapan operasional seluruh modul dan area memerlukan tahap pengembangan serta uji terima. |
| Integrasi Stockwiz dan penggunaan tim | Belum terhubung. API/ekspor, mapping, login, backend, data bersama, bukti file, approval server, log dan UAT operasional belum diimplementasikan. |
Rancangan aplikasi mendukung pelaksanaan program kerja, pengendalian operasional, dan pengembangan tim. Acuan pembahasan utama tersedia pada ringkasan keputusan, rencana pembinaan SPV/PIC, business case untuk validasi Finance, rencana hambatan/eskalasi, serta pengalaman dan kompetensi pendukung. Panel kendali SPV dan laporan Manager perlu menampilkan perkembangan tim, kapasitas, biaya serta keputusan yang diperlukan sesuai mandat, bukan hanya jumlah temuan.
Sebelum go-live: sahkan PIC/backup dan scope B2B, metode akses Stockwiz, kamus status/UOM, cutoff dan SLA, batas nilai/risiko persetujuan, klasifikasi CAPA, rencana efektivitas, retensi, backup/restore serta acceptance test. Hal-hal ini merupakan keputusan implementasi, bukan asumsi bahwa sistem sudah terintegrasi.
KONSEP APLIKASI
Aplikasi pendamping Stockwiz untuk mengendalikan pekerjaan, memastikan kebenaran persediaan, dan menutup akar masalah.
Keputusan rancangan: seluruh data operasional diperoleh dari Stockwiz, berdasarkan informasi awal mengenai proses operasional. Cakupan meliputi bahan awal (bahan baku dan bahan kemas), produk jadi/stockroom, warehouse B2B, serta area produk jadi dan kanal lain yang ditetapkan. Aplikasi ini tidak membangun buku stok tandingan. Stockwiz tetap menjadi sumber resmi saldo/transaksi; aplikasi menyimpan penugasan, hitungan fisik, bukti, investigasi, persetujuan, dan CAPA beserta referensi ke data sumber.
Ketersediaan API, webhook, dan izin tulis Stockwiz perlu diverifikasi bersama Systems. Rancangan awal mendukung pembacaan API yang diotorisasi atau ekspor file terkontrol; metode final ditetapkan setelah pemeriksaan teknis bersama Systems.
| Modul | Pekerjaan yang dipermudah | Hasil / kontrol utama |
|---|---|---|
| 01 · Panel kendali SPV | Prioritas per shift, pembagian PIC/backup, kapasitas, cut-off, backlog, dan serah terima. | Daftar pekerjaan dengan pemilik, tenggat, status, bukti, dan eskalasi; laporan terpadu ke Manager. |
| 02 · Administrasi & dokumen | Antrean receiving/issue/return/transfer yang dokumen atau postingnya belum lengkap. | Cocokkan dokumen, pelaksanaan fisik, dan referensi Stockwiz. Peringatan dokumen ganda/hilang serta transaksi terlambat. |
| 03 · Stock explorer | Pencarian SKU, lokasi/bin, batch, expiry, status mutu, reserved, dan available. | Saldo per dimensi dan waktu sumber. Data yang belum tersedia ditandai tidak lengkap, bukan diisi nol. |
| 04 · Cycle count & rekonsiliasi | Perintah hitung berbasis risiko, blind count, recount, perbandingan, investigasi, dan permohonan koreksi. | Petugas hitung/pemeriksa berbeda, kondisi awal terkunci, pergerakan saat count direkonsiliasi, koreksi dengan otorisasi. |
| 05 · Kesiapan bahan & kemasan | Kebutuhan produksi/packing dibanding usable stock RM dan kelengkapan set packaging. | Gap per bahan/komponen pembatas, barang hold, expiry/retest, ETA dan PIC tindak lanjut. Rencana mengikuti data Stockwiz/PPIC yang dipetakan. |
| 06 · Transfer, pemenuhan order & replenishment | Transfer RM/PM/FG, kebutuhan SKU–toko, alokasi/reservasi order B2B dan kanal lain, picking, dispatch, in-transit, receipt dan refill. | Usulan sesuai kebutuhan produksi/order/demand; batch eligible; konfirmasi tujuan/customer dan shelf life. Pemenuhan parsial tetap terbuka; stok/kanal tidak dihitung dua kali. |
| 07 · Mutu & kondisi simpan | Status release/hold/reject, retur/recall, expiry, log lingkungan, sanitasi, hama, dan alat ukur. | Keputusan mutu dari fungsi berwenang; bukti log yang belum ada di Stockwiz dicatat sebagai catatan kontrol tambahan, tanpa mengubah saldo sumber. |
| 08 · Investigasi & CAPA | Temuan, containment, analisis penyebab, correction, corrective action, preventive action, dan review efektivitas. | Kasus terhubung ke transaksi/count, penanggung jawab, tenggat, bukti, persetujuan, serta pembukaan kembali jika tidak efektif. |
| 09 · KPI & review | Inventory accuracy, backlog, stockout/OSA, fill rate, aging, kepatuhan serah terima, dan CAPA overdue. | Definisi pembilang/penyebut dan cutoff konsisten; tampilkan cakupan data. OSA memerlukan bukti rak dari Retail, tidak disimpulkan hanya dari saldo positif. |
| 10 · Master & integrasi | Pemetaan kode lokasi, SKU/UOM, pengguna, struktur tim, parameter toko, serta impor/sinkronisasi. | Master sumber mengikuti Stockwiz; kebijakan aplikasi berversi/disetujui. Batch impor gagal tidak dipromosikan menjadi saldo aktif. |
SPV meninjau freshness data, shortage kritis, barang hold, penerimaan hari ini, dan kasus overdue. Tugas diberikan kepada koordinator/PIC area yang benar.
PIC memantau pelaksanaan dan bukti. Admin menyelesaikan dokumen/posting; Inventory Control menguji konsistensi. Hambatan lintas area masuk ke SPV.
SPV menyetujui serah terima pekerjaan terbuka dan menyerahkan ringkasan realisasi, gap, serta keputusan yang diperlukan kepada Manager.
STRUKTUR & HAK AKSES
Garis pelaporan berdasarkan bagan Operations; kewenangan aplikasi tetap memerlukan pengesahan perusahaan.
Jalur pelaporan: Warehouse & Inventory Manager → Deputi COO → CO Founder & COO. HR menjadi mitra pembahasan organisasi, uraian tugas, kompetensi serta kebutuhan personel bersama kedua atasan tersebut. Akses approval di aplikasi mengikuti delegasi yang disahkan, bukan otomatis mengikuti hak administrator atau jabatan HR.
| Peran | Akses dan pekerjaan | Batas kewenangan |
|---|---|---|
| CO Founder & COO | Ringkasan strategis Operations, risiko signifikan, kebutuhan investasi/sumber daya dan persetujuan yang menjadi kewenangannya, melalui eskalasi Deputi COO. | Akses dan batas persetujuan disahkan; keputusan mutu tetap fungsi berwenang. Tidak setiap transaksi warehouse memerlukan approval tingkat COO. |
| Deputi COO | Atasan langsung Manager: review kinerja warehouse, prioritas Operations, masalah lintas fungsi, risiko/CAPA signifikan dan persetujuan dalam delegasi. | Keputusan di luar delegasi diteruskan kepada CO Founder & COO. Arah dan persetujuan tercatat tanpa melewati kontrol mutu, independensi dan batas Finance. |
| HR | Pembahasan struktur, uraian tugas, kompetensi, PIC/backup, penempatan dan kebutuhan personel bersama Manager serta atasan Operations. | Bukan atasan operasional Manager; akses pada data personel/organisasi sesuai kebutuhan. Tidak otomatis mendapat hak perubahan stok atau approval koreksi/CAPA. |
| Manager | Dashboard seluruh area dalam mandat, prioritas, usulan/penetapan PIC, persetujuan koreksi sesuai batas nilai/risiko, dan penutupan CAPA setelah review independen. Melapor kepada Deputi COO. | Keputusan di luar mandat melalui Deputi COO kepada CO Founder & COO; tidak menggantikan pelulusan QC, otorisasi Finance atau kewenangan kanal. Bukan approver atas permohonannya sendiri. |
| Warehouse SPV I Ketut Mayun S.A | Membagi tugas enam fungsi, menyetujui jadwal count, meninjau realisasi/serah terimas, menugaskan tindakan CAPA, dan mengeskalasi hambatan kepada Manager. | Tidak boleh melewati pemeriksa independen atau mengesahkan adjustment sendiri. PIC mengikuti delegasi Manager/atasan Operations; HR mendukung penetapan formal personel. |
| RM Coordinator I Made Ariata | Penugasan RM Staff, kesiapan bahan, issue/return, kondisi simpan dan pengecualian area RM. | Hak lokasi dibatasi; perubahan bahan, spesifikasi, status mutu, dan jadwal lintas area memerlukan pemilik keputusan. |
| Packaging Coordinator I Wayan Astina Putra | Penugasan Packaging Staff, kelengkapan set kemasan, kode/versi, rekonsiliasi issue/return/sisa. | Tidak mengubah artwork/spesifikasi atau menggunakan sisa berstatus hold tanpa persetujuan. |
| Receiving PIC I Komang Rai Wiguna | Mengoordinasikan Stock Keeper dan Warehouse Admin; verifikasi penerimaan, put away, dokumen dan backlog. | Tidak dianggap sebagai koordinator jabatan baru; keputusan mutu tetap QC dan pekerjaan lintas area diatur SPV. |
| RM Staff / Packaging Staff | Pelaksanaan penyimpanan, penyiapan, issue/return dan catatan realisasi sesuai tugas koordinator masing-masing. | Akses area dan jenis kerja dibatasi; tidak mengubah spesifikasi/status mutu, mengotorisasi koreksi, atau mengesahkan hasil sendiri. |
| FG PIC | Kesiapan produk diluluskan, reservasi berdasarkan alokasi, picking/checking dan serah terima produk jadi. | Nama belum tercantum; akses setelah penetapan PIC. Prioritas kanal oleh pemilik keputusan; pemeriksa dispatch terpisah menurut risiko. |
| PIC warehouse B2B | Stok/lokasi B2B, reservasi per order/customer, remaining shelf life, partial fulfillment, dokumen serta bukti penyerahan. | Jabatan/PIC dan jalur pelaporan disahkan sesuai pemetaan perusahaan. Tidak membuat keputusan komersial atau menduplikasi saldo FG sebagai alokasi kanal. |
| Stock / Cycle Count | Hitung fisik dan recount independen per scope RM/PM/FG/B2B, dengan kondisi awal serta kontrol movement. | Pelaporan operasional ke SPV; hasil untuk rekonsiliasi Inventory Control. Tidak mengubah saldo atau menghitung ulang sendiri hasil putaran awal sebagai pemeriksa independen. |
| Stock Keeper I Wayan De Setiawan | Pelaksanaan fisik dan konfirmasi lokasi/serah terima sesuai penugasan Receiving serta kesepakatan PIC area. | Tidak mengubah saldo/label/status mutu atau mengesahkan hitungan barang sendiri. |
| Warehouse Admin Ni Komang Melayanti | Dokumen dan referensi posting Stockwiz sesuai akses; mencatat hasil pembukuan serta menangani transaksi tertunda. | Tidak menyetujui permohonan koreksi yang dibuatnya sendiri. Penandaan “sudah posted” harus diverifikasi melalui pembacaan ulang sumber. |
| Inventory Control I Komang Sriada Wardika | Validasi snapshot, analisis exception, investigasi variance, proposal koreksi, dan metrik persediaan. | Bukan atasan Admin/Stock Keeper/Count; tidak sekaligus menjadi pelaksana dan pemberi persetujuan koreksi. |
| QA/QC · PJT · Systems · Finance · Retail/Logistics | QC: keputusan mutu; PJT: koordinasi recall; QA/pemeriksa: efektivitas CAPA. Systems: integrasi. Finance: koreksi/nilai sesuai mandat. Retail/Logistics: receipt, rak dan transport. | Fungsi mitra, bukan otomatis bawahan warehouse. Akses per objek/lokasi; administrator teknis tidak otomatis memiliki kewenangan bisnis. |
Selector peran pada simulasi hanya berisi pelaksana skenario count–koreksi–CAPA. Daftar tersebut tidak menggantikan matriks akses seluruh area di atas.
DATA & ARSITEKTUR
Saldo tidak diketik ulang di aplikasi. Setiap angka menunjuk ke sumber, dimensi stok, dan waktu pengambilan yang jelas.
| Data sumber | Field yang perlu diverifikasi | Jika tidak tersedia / tidak valid |
|---|---|---|
| Master | ID sumber SKU, lokasi/bin, UOM dan konversi, satuan dasar, produk aktif, batch/expiry serta status mutu bila didukung. | Masuk antrean pemetaan. Data batch/status yang kosong tidak ditafsirkan sebagai released atau bebas expiry. |
| Snapshot stok | Kelompok RM/PM/FG, SKU–lokasi/bin–batch/lot–status–UOM, on-hand, reserved, definisi available, as-of, versi dan scope snapshot. Kanal/customer/order menjadi dimensi alokasi saat relevan. | Tampilkan data tidak lengkap/stale dan blok keputusan yang memerlukan data tersebut. Jangan mengurangi reservasi dua kali bila sumber sudah net; gudang B2B fisik dibedakan dari alokasi B2B di lokasi FG yang sama. |
| Transaksi & transfer | ID dokumen/baris sumber, jenis, jumlah, asal/tujuan, batch, waktu fisik/posting, status, reversal serta receipt parsial. | Dokumen duplikat atau referensi putus diinvestigasi. Pembatalan sumber tidak menghapus jejak asli; relasi reversal dipertahankan. |
| Demand, order & supply | Penjualan SKU–toko per hari, open order, inbound/ETA, kebutuhan produksi/packing, promosi dan kalender bila tersedia. | Usulan replenishment ditandai bersyarat; zero sales saat stockout dipisahkan dari zero demand. Ketersediaan field diuji, tidak diasumsikan. |
| Entitas | Isi penting | Relasi / kendali |
|---|---|---|
| source_import / source_snapshot / source_document | ID sumber, scope, as-of, versi, mapping/UOM, raw reference, jumlah kontrol dan status impor. | Read model dari Stockwiz; bukan ledger independen. Kunci unik sumber+ID+baris+versi; revisi tidak menggandakan saldo. |
| user / role / area_assignment | Identitas, peran, lokasi yang boleh diakses, atasan, backup, masa berlaku dan riwayat persetujuan. | Mengikuti struktur yang disahkan. Akses teknis dan otorisasi bisnis dipisahkan. |
| work_order / serah terima | Jenis pekerjaan, area, assignee, pemeriksa, prioritas, tenggat, bukti dan penerima serah terima. | Terhubung dokumen Stockwiz; close hanya setelah bukti/serah terima diperiksa. |
| count_session / count_line / recount | Scope/kondisi awal snapshot, waktu cut-off, hitungan, petugas, pergerakan relevan dan hasil recount. | Hitungan disimpan per putaran; perubahan hasil punya alasan dan versi. Penghitung tidak melihat expected quantity sebelum submit. |
| inventory_case / correction_request / approval / delegation | Temuan, delta, bukti, penyebab, rekomendasi, nilai/risiko, versi, approver, batas delegasi serta hasil posting/read-back. | Routing Manager → Deputi COO → CO Founder & COO mengikuti otorisasi yang disahkan; persetujuan mengikat objek/versi/snapshot. HR mendukung personel, tidak otomatis menjadi approver operasional. Perubahan signifikan memerlukan review ulang. |
| capa / action / effectiveness_review | Containment, correction, corrective/preventive action, PIC, tenggat, verifikasi implementasi dan rencana efektivitas. | Kriteria efektivitas ditetapkan sebelum evaluasi; gagal → reopen. Tidak boleh close hanya karena saldo sudah cocok. |
| evidence / audit_event / integration_command | Referensi file/bukti, hash/versi, actor, waktu server, aksi, nilai sebelum/sesudah, correlation ID, hasil perintah dan retry. | Audit event tidak diedit melalui UI; pembetulan berupa event baru. Bukti disimpan dengan kontrol akses, backup, retensi dan uji pemulihan. |
Mulai dengan satu aplikasi web responsif, satu layanan API, database relasional, penyimpanan bukti, dan worker integrasi terjadwal. Pisahkan modul secara logis sebelum mempertimbangkan layanan terpisah. Gunakan stack yang sudah dikuasai Systems; PostgreSQL merupakan opsi database, bukan keputusan pengadaan final.
Perubahan status kasus, approval, audit event, dan antrean perintah dicatat dalam transaksi database yang konsisten. Gunakan versi rekaman/locking untuk mencegah dua approval atau posting bersamaan, constraint unik untuk idempotensi, serta pembatasan akses di API. Integrasi eksternal memakai antrean perintah dan rekonsiliasi hasil; transaksi lokal tidak dianggap bisa menjamin transaksi lintas Stockwiz secara otomatis.
Referensi teknis: PostgreSQL — Explicit Locking dan OWASP — Authorization Cheat Sheet. Spesifikasi koneksi Stockwiz ditetapkan setelah verifikasi teknis bersama Systems dan pemilik sistem.
KONTROL & PENYELESAIAN AKAR MASALAH
Setiap temuan memiliki pemilik, bukti, tindakan, tenggat, pemeriksa, dan kriteria penutupan.
Containment berjalan sejak temuan terdeteksi: lindungi barang/proses terdampak, hentikan alokasi yang diragukan sesuai risiko, dan amankan bukti. Pengendalian risiko mutu atau selisih yang signifikan dimulai segera, sejalan dengan proses investigasi. Freeze lokasi/batch pada count disepakati dengan operasi; jika pergerakan tetap terjadi, semua movement selama interval harus direkonsiliasi sebelum delta ditetapkan.
| Jenis tindakan | Contoh transfer belum posted | Bukti / pemilik |
|---|---|---|
| Containment | Tandai scope count dan tahan alokasi yang datanya diragukan; amankan dokumen kirim/receipt. | PIC area dan SPV, dengan QA untuk risiko mutu; waktu, scope, status dan dampaknya dicatat. |
| Correction | Lengkapi pencatatan transfer yang benar-benar terjadi di Stockwiz. Koreksi mempertahankan referensi transaksi asal agar penyebab selisih tetap tertelusur. | Admin, dokumen sah dan approval; Inventory Control memeriksa read-back kedua lokasi. |
| Corrective action | Perbaiki proses serah terima/posting, tetapkan backup, dan selesaikan backlog serupa pada area terdampak. | SPV dan Receiving/Admin; SOP/checklist berversi, bukti sosialisasi dan verifikasi pelaksanaan. |
| Preventive action | Terapkan deteksi “sudah dikirim tetapi belum posted/received”, pemeriksaan cut-off, serta review risiko pada area lain. | SPV/Systems dan PIC area lain; aturan exception, cakupan penerapan, dan bukti respons. |
| Effectiveness review | Periksa sampel berbasis risiko selama periode cukup: bukti fisik, posting, receipt, dan kejadian berulang. | QA/pemeriksa independen. Contoh uji coba: 10 transfer selama dua minggu, seluruhnya lengkap dan tidak ada pengulangan; rencana final disahkan sebelum review. |
Rancangan mutu mengikuti pembagian tugas dan matriks CPKB dalam proposal program. Sistem mendukung pelaksanaan dan bukti; penilaian mutu, kriteria risiko, otorisasi, serta validasi sistem tetap ditetapkan perusahaan bersama QA/Regulatory.
PRIORITAS PEMBANGUNAN
Mulai dari data yang dapat dipercaya dan alur selisih sampai selesai; perluas setelah manfaat dan kontrolnya terbukti.
TAHAP 1 · VALIDASI
Periksa ekspor/API Stockwiz, mapping lokasi/SKU/UOM, batch/status, definisi available/reserved, konsistensi cutoff, pengguna, batas approval, dan prosedur pergerakan saat count.
Output:Data dictionary, contoh snapshot tervalidasi, rancangan hak akses, SOP uji coba, dan daftar gap integrasi. Estimasi waktu/biaya baru dibuat setelah hasil ini.
TAHAP 2 · MVP
Stock explorer, panel kendali SPV, administrasi backlog, count/recount, investigasi, approval, referensi posting/read-back, CAPA, dan audit trail.
Output:Satu area atau kelompok SKU uji coba menjalankan alur end-to-end dengan data operasional yang sudah disahkan dan pengguna terlatih.
TAHAP 3 · PERLUAS
Kesiapan RM/Packaging, transfer DC–toko, rekomendasi replenishment, exception otomatis, log mutu, dan dashboard lintas lokasi.
Output:Perluasan setelah UAT, rekonsiliasi, kontrol akses, backup/restore, serta SOP support memenuhi kriteria penerimaan.
| Skenario | Hasil yang wajib terjadi |
|---|---|
| RM desimal, versi bahan kemas, serta order FG/B2B | Presisi dan konversi UOM terjaga; label/artwork tidak tertukar; alokasi B2B/retail tidak menduplikasi saldo. Bahan hold/non-saleable tidak ikut eligible stock. |
| Impor yang sama dua kali / batch impor tidak lengkap | Tidak menggandakan transaksi/saldo. Snapshot gagal tidak mengganti snapshot valid terakhir; alasan terlihat. |
| Pengguna mengakses lokasi/peran di luar mandat | Server menolak pembacaan dan tindakan; audit sesuai kebijakan. Uji dilakukan melalui API, bukan hanya tombol UI. |
| Blind count dan recount oleh orang yang sama | Expected quantity/hasil petugas lain tidak bocor lewat UI/API/export saat blind count; self-recount ditolak. |
| Transfer baru terjadi selama count | Kondisi awal, timestamp dan movement diperhitungkan; delta tidak diambil dari dua waktu yang berbeda. |
| Transfer fisik belum posted / susut belum terbukti | Kasus memilih koreksi transaksi asal bila didukung bukti. Adjustment hanya melalui alasan, approval dan otorisasi yang sesuai. |
| Dua approval / retry posting / timeout sumber | Versi kasus dilindungi; satu intent tidak terposting dua kali. Hasil belum pasti ditelusuri sebelum perintah baru. |
| Barang quarantine, retur belum release, atau expired | Tidak menjadi stok layak alokasi; perubahan status harus berasal dari keputusan mutu sah. |
| Admin menandai posted tetapi read-back berbeda / belum sign-off bisnis | Kasus tetap terbuka; ketidaksesuaian masuk exception integrasi. Systems menyelesaikan pembacaan teknis, lalu Inventory Control memverifikasi kedua lokasi/dokumen sebelum koreksi dianggap selesai. |
| CAPA mutu tanpa koreksi saldo / koreksi sederhana | Jalur yang tidak relevan tidak dipaksakan. Alasan triage dan keputusan pemeriksa dicatat; kasus berisiko/berulang tetap membutuhkan CAPA sesuai kebijakan yang disahkan. |
| CAPA belum ada bukti / efektivitas gagal / review terlalu dini | Close ditolak; gagal membuka kembali kasus. Pemeriksa implementasi/efektivitas mengikuti pemisahan tugas. |
| Hilang koneksi / pemulihan backup | Draft tidak dianggap posted; versi diperiksa saat tersambung. Restore membuktikan data, bukti, audit, dan referensi sumber tetap konsisten. |
Bandingkan waktu administrasi per dokumen, jumlah/umur backlog, selisih fisik per baris/nilai, kecepatan investigasi, pengulangan kasus, CAPA overdue, serta ketersediaan produk uji coba. Penurunan stockout dinilai bersama stock aging, modal kerja, dan biaya distribusi agar perbaikan tidak hanya berasal dari penumpukan barang.
Rancangan dibahas bersama HR, Deputi COO dan CO Founder & COO, dengan QA, Systems serta pemilik Stockwiz untuk aspek teknis/mutu. Manager mengajukan scope uji coba, metode akses data, PIC/backup, kebutuhan sumber daya, batas delegasi/persetujuan dan kriteria go-live melalui Deputi COO; keputusan pada tingkat CO Founder & COO mengikuti kewenangannya. HR mendukung organisasi dan personel. Prototipe belum memiliki backend, koneksi Stockwiz, autentikasi, penyimpanan bersama atau kontrol produksi.