| 01 · Akurasi catatan stok Baris SKU–lokasi–batch–status sesuai hasil fisik ÷ seluruh baris yang dihitung × 100%. Basis waktu, UOM dan toleransi disahkan sebelum count. Sertakan stok fisik yang tidak tercatat; laporkan besar selisih unit per SKU dan nilai tervalidasi Accounting secara terpisah. | Count sheet, recount independen, snapshot Stockwiz pada cutoff (batas waktu pencatatan) yang sama dan log movement. Inventory Control mengompilasi; SPV mengoordinasikan count dan pemeriksa terpisah memverifikasi. | Review mingguan; risiko selisih signifikan ditangani segera. Tinjau cakupan count agar hasil sampel tidak dianggap mewakili seluruh gudang. Akurasi dinilai dari hasil sebelum koreksi, dengan status penyelesaian dicatat terpisah. |
| 02 · Keutuhan dan ketertelusuran barang Baris sampel yang lengkap identitas batch, lokasi, status, kondisi dan dokumen movement ÷ seluruh baris sampel × 100%. Kehilangan tak terjelaskan, kerusakan dan pelepasan barang hold dicatat sebagai exception tersendiri meskipun persentase sampel tinggi. | Log penerimaan/perpindahan/issue, keputusan mutu, pemeriksaan kondisi simpan dan akses, serta bukti serah terima. PIC area dan Inventory Control; QA/QC memverifikasi aspek mutu. | Pemantauan harian exception dan review sampel mingguan. Amankan barang berisiko, tetapkan PIC investigasi dan eskalasi segera untuk kehilangan, kondisi simpan tidak aman atau pelanggaran status mutu. |
| 03 · Ketepatan picking (pengambilan barang sesuai pesanan) dan penyerahan Baris penyerahan dengan SKU, batch, status, jumlah dan tujuan benar pada pemeriksaan pertama ÷ seluruh baris yang diperiksa × 100%. Ukur juga penyerahan lengkap yang diakui penerima tepat waktu ÷ seluruh penyerahan jatuh tempo × 100%. | Picking/checking sheet, permintaan awal, waktu janji yang disepakati sebelum jatuh tempo serta pengakuan penerima Logistics/Production. PIC FG/RM/Packaging di bawah koordinasi SPV. | Review harian backlog (pekerjaan yang belum selesai) dan mingguan tren kesalahan. Pisahkan keterlambatan kesiapan warehouse dari transportasi atau perubahan kebutuhan. Penyerahan parsial tetap terlihat; tanggal janji awal tidak ditimpa. |
| 04 · Ketepatan waktu transaksi Transaksi fisik yang diposting dengan bukti lengkap dalam SLA yang disahkan ÷ seluruh transaksi fisik yang jatuh tempo posting × 100%. Laporkan jumlah dan umur backlog dari waktu kejadian fisik, termasuk movement yang belum masuk sistem. | Log receiving (penerimaan barang)/issue/transfer bernomor, bukti fisik dan timestamp Stockwiz. Admin menyusun antrean; PIC area mengonfirmasi kejadian fisik; Inventory Control merekonsiliasi kelengkapan. | Review harian melalui laporan konsolidasi SPV. Prioritaskan backlog berisiko dan pembenahan serah terima. Gangguan sistem dicatat beserta kontrol sementara dan rekonsiliasinya. |
| 05 · Penyelesaian selisih Kasus jatuh tempo yang selesai dengan bukti terverifikasi ÷ seluruh kasus jatuh tempo × 100%. Tampilkan juga seluruh kasus terbuka menurut umur sejak ditemukan, tingkat risiko dan pengulangan; bila tidak ada kasus jatuh tempo, rasio dilaporkan N/A. | Register selisih, investigasi, referensi approval, posting/read-back (pembacaan ulang data sumber) dan rekonsiliasi bisnis. Inventory Control mengelola register; SPV menjalankan tindakan proses; pemeriksa terpisah menilai efektivitas CAPA bila diperlukan. | Review mingguan dan eskalasi segera untuk risiko material. Penutupan membutuhkan koreksi yang sesuai penyebab serta bukti pemeriksaan; adjustment saldo saja tidak membuktikan akar masalah selesai. Target waktu mengikuti tingkat risiko dan delegasi. |
| 06 · Kapasitas aman dan produktivitas Lokasi terpakai ÷ kapasitas lokasi aman yang ditetapkan × 100%, dipisahkan per zona/jenis lokasi. Produktivitas = baris pekerjaan selesai dan lolos pemeriksaan ÷ jam kerja tim pada aktivitas yang sama; rework dan lembur ditampilkan. | Peta bin/zona dan kapasitas terverifikasi, inspeksi akses/housekeeping, log pekerjaan dan jam kerja. SPV bersama PIC area; fungsi keselamatan/QA dilibatkan sesuai kebutuhan. | Review kapasitas mingguan serta tren produktivitas dengan kompleksitas pekerjaan sebanding. Kapasitas maksimum bukan target pengisian; sisakan ruang kerja sesuai standar. Kenaikan output diterima bila mutu, akurasi dan keselamatan terjaga. |
| 07 · Kesiapan SPV, PIC dan backup (petugas pengganti) Tugas kritis dengan pelaksana dan backup yang telah lulus demonstrasi kompetensi ÷ seluruh tugas kritis yang dipetakan × 100%. Review kemampuan SPV menyusun rencana, memeriksa realisasi dan mengeskalasi hambatan dengan rekomendasi. | Matriks tugas/kompetensi, checklist praktik, catatan coaching (pembinaan) dan laporan shift. SPV memelihara bukti; Manager menilai perkembangan; HR dan fungsi teknis mendukung penetapan kompetensi. | Coaching mingguan dan evaluasi bulanan. Kehadiran pelatihan belum berarti kompeten. Tetapkan latihan lanjutan, pemeriksa dan tenggat untuk gap; backup tetap mengikuti akses serta pemisahan tugas. |
| 08 · Kepatuhan rencana produksi Pesanan produksi terjadwal yang selesai sesuai kuantitas dan waktu ÷ seluruh pesanan produksi yang jatuh tempo pada periode × 100%. Acuan diterbitkan sebelum periode; revisi dan pesanan parsial tetap ditampilkan. | Rencana berversi, realisasi Production, waktu selesai dan status mutu yang relevan. Koordinator PPIC mengompilasi bersama Production. | Review harian deviasi dan mingguan tren. Pisahkan kesalahan asumsi/jadwal, shortage, gangguan produksi dan keterlambatan mutu; perubahan baseline tidak boleh menaikkan capaian secara semu. |
| 09 · Ketersediaan material saat mulai produksi Jadwal mulai produksi dengan seluruh material yang diperlukan tersedia dan released pada waktu kebutuhan ÷ seluruh jadwal mulai yang jatuh tempo × 100%. Definisi kelengkapan dan cutoff dikunci per periode. | BOM/kebutuhan disahkan, jadwal awal, stok/batch/status, material readiness dan bukti issue. PPIC serta SPV; Quality memvalidasi release. | Review sebelum jadwal mulai dan mingguan. Catat shortage, ETA usable, durasi keterlambatan, produk terdampak dan pemilik tindakan. Inbound belum release tidak dihitung siap. |
| 10 · Umur dan risiko persediaan Kuantitas serta nilai per kelompok umur/sisa masa simpan yang disepakati, termasuk slow moving, berlebih, obsolete dan berisiko expiry; tampilkan tindakan yang selesai dan yang terbuka. | Stok per SKU/lokasi/batch/status dan tanggal, histori movement, rencana kebutuhan. Inventory Control/PPIC; Accounting memvalidasi nilai, Quality menetapkan disposition. | Review bulanan dan peringatan dini sesuai risiko. Manager menetapkan usulan pengurangan/realokasi sesuai mandat; penghapusan material perlu pemeriksaan dan persetujuan independen. |
| 11 · Efisiensi modal kerja Gunakan hari persediaan atau perputaran berdasarkan nilai yang divalidasi Finance. Contoh DIO = rata-rata nilai persediaan ÷ HPP periode × jumlah hari; basis penilaian, periode dan kategori harus sebanding. | Rata-rata nilai stok dan HPP dari Accounting/Finance, coverage SKU dan status excess dari PPIC. Jangan menjumlah kg/liter/pcs menjadi satu angka persediaan. | Review bulanan bersama Finance. Nilai pengurangan excess dengan kesiapan bahan, stockout dan aging; penurunan stok tidak dinilai berhasil bila mengganggu layanan atau kontrol. Penyebut nol = N/A. |