Arahan kerja awal kepada tim
Penegasan struktur dan uraian tugas pada hari pertama
Setiap fungsi memiliki tugas, hasil kerja, tenggat, dan jalur koordinasi yang jelas. Penugasan berikut merupakan rancangan awal untuk disepakati saat rapat awal program.
Pada hari pertama penugasan, saya akan menyelaraskan prioritas bersama Warehouse Supervisor dan koordinator/PIC, serta menegaskan tanggung jawab, batas kewenangan, dan mekanisme pelaporan setiap area. Pelaksanaan harian dalam cakupan warehouse dikoordinasikan melalui Warehouse Supervisor. Koordinator/PIC mengarahkan pekerjaan di areanya; staf menjalankan tugas sesuai kompetensi, penugasan, dan SOP.
Kesimpulan pemeriksaan struktur: bagan menempatkan satu Warehouse Supervisor sebagai bawahan langsung Warehouse & Inventory Manager. Supervisor membawahi enam fungsi: Raw Material Warehouse, Packaging Material, Finished Goods Warehouse, Receiving & Put Away, Inventory Control, dan Stock / Cycle Count. Stock Keeper serta Warehouse Admin berada di bawah Receiving & Put Away; Raw Material Staff dan Packaging Material Staff berada di bawah koordinator areanya masing-masing.
CO Founder & COO · OperationsArah strategis Operations dan keputusan yang menjadi kewenangannya
Deputi COOAtasan langsung Warehouse & Inventory Manager; koordinasi dan eskalasi operasional
Warehouse & Inventory ManagerArah, prioritas, sumber daya, dan keputusan sesuai mandat
Warehouse Supervisor · I Ketut Mayun S.APenanggung jawab pelaksanaan harian enam fungsi warehouse
Garis pelaporan ke atas: Warehouse & Inventory Manager → Deputi COO → CO Founder & COO. Pembahasan mandat dan program dilakukan bersama HR serta kedua atasan tersebut. HR mendukung struktur, uraian tugas, penempatan, kompetensi dan kebutuhan personel; keputusan operasional/strategis serta delegasi kewenangan mengikuti rantai Operations.
Penegasan jabatan: sebutan Coordinator tercantum untuk Raw Material dan Packaging Material. Receiving, Finished Goods, Inventory Control, serta Cycle Count diperlakukan sebagai fungsi dengan PIC sesuai penetapan perusahaan; tidak otomatis menjadi jabatan koordinator baru. PIC sementara FG/Cycle Count diusulkan SPV dan disahkan Manager sesuai kewenangan serta mekanisme HR, termasuk backup dan pemeriksa terpisah.
Pemisahan uraian tugas dan kewenangan sejak hari pertama
| Tingkat tanggung jawab | Keputusan dan tugas utama | Batas serta hasil wajib |
| Manager | Menetapkan prioritas warehouse, sasaran awal dan pemilik proses dalam delegasi yang disahkan Deputi COO/CO Founder & COO. Menyelaraskan uraian tugas serta kebutuhan personel bersama HR. | Menerima laporan SPV dan melaporkan hasil, risiko, CAPA serta kebutuhan keputusan kepada Deputi COO. Konflik lintas divisi, anggaran dan keputusan di luar mandat diteruskan melalui Deputi COO kepada CO Founder & COO sesuai kewenangan; pelulusan mutu tetap fungsi berwenang. |
| Warehouse Supervisor | Mengubah prioritas Manager menjadi rencana lintas area: siapa, pekerjaan, jumlah, waktu, urutan, dan pemeriksa. Mengatur kapasitas/shift, memeriksa hasil koordinator/PIC, serta memastikan serah terima dan tindak lanjut. | Boleh membagi pekerjaan dan mengatur ulang prioritas di dalam mandat. Perubahan personel antararea yang berdampak pada kompetensi, overtime, biaya, atau SOP mengikuti persetujuan. Wajib menyerahkan satu laporan operasional konsolidasi, bukan hanya meneruskan laporan area. |
| Koordinator / PIC area | Membagi tugas dalam area sesuai personel yang ditetapkan, memeriksa kesiapan barang/lokasi/dokumen, mengawasi pelaksanaan SOP, mengonfirmasi realisasi, dan memberi peringatan sebelum kendala mengganggu area lain. | Tidak memindahkan prioritas lintas area atau menjanjikan ETA di luar kendalinya tanpa SPV. Tidak meluluskan mutu atau mengesahkan adjustment sendiri. Menyerahkan laporan area yang sudah diperiksa, disertai bukti dan pekerjaan terbuka. |
| Staf / pelaksana | Melakukan penerimaan, penempatan, pengambilan, penyerahan, pencatatan, atau penghitungan sesuai pembagian tugas, akses, dan kompetensi; mencatat realisasi serta melaporkan ketidaksesuaian. | Tidak mengubah jumlah, batch, label asli, status mutu, atau tujuan tanpa dasar dan otorisasi. Menyerahkan barang/dokumen yang benar kepada pemeriksa atau penerima yang ditetapkan. |
Agenda pengarahan dan hasil akhir hari pertama
Awal shift · pengarahan bersama
Sampaikan struktur, perbedaan tanggung jawab Manager–SPV–koordinator/PIC–staf, prioritas keselamatan dan status mutu, serta jalur eskalasi. Cocokkan pekerjaan yang selama ini dijalankan dengan uraian tugas/SOP berlaku; petakan tugas tumpang tindih dan pekerjaan tanpa pemilik.
Setelah pengarahan · pemeriksaan lapangan per area
SPV mendampingi koordinator/PIC menunjukkan batas area, personel, arus barang/dokumen, stok berstatus khusus, pekerjaan terbuka, dan risiko mendesak. Mulai dari barang kritis yang datanya sudah tersedia; pemeriksaan menyeluruh dilanjutkan pada hari 1–7.
Sebelum batas transaksi/pengiriman · penugasan tertulis
SPV menyepakati tugas setiap area beserta PIC, backup, pemeriksa, tenggat, dokumen sumber, dan penerima serah terima. Manager memutuskan prioritas lintas fungsi dan penunjukan sementara sesuai mandat. Form/lembar arahan mencatat nomor versi, tanggal efektif, serta pengakuan pemahaman dari PIC.
Akhir shift · review hasil dan rencana besok
Setiap PIC menyerahkan ringkasan kondisi awal: pekerjaan selesai/belum, risiko kritis, tiga hambatan utama, serta bantuan yang dibutuhkan. SPV memeriksa dan menggabungkannya menjadi prioritas besok; Manager meninjau masalah yang perlu keputusan. Pendalaman data tetap berlanjut sampai hari 3 dan kondisi awal disusun pada bulan pertama.
Hari pertama dianggap selesai apabila: setiap area memiliki pemimpin/pelaksana/pemeriksa yang jelas, batas tugas dipahami, PIC sementara dan backup ditetapkan sesuai kewenangan, risiko mendesak ditangani, serta rencana kerja shift berikutnya disepakati. Penyelarasan uraian tugas formal dengan HR dan SOP mutu ditindaklanjuti; instruksi hari pertama tidak menggantikan otorisasi perusahaan yang berlaku.
Struktur koordinasi berdasarkan dokumen restrukturisasi
| Posisi / fungsi |
PIC dalam bagan |
Atasan dalam bagan |
| Warehouse Supervisor |
I Ketut Mayun S.A |
Warehouse & Inventory Manager |
| Raw Material Warehouse |
I Made Ariata · Coordinator, didukung Raw Material Staff |
Warehouse Supervisor |
| Packaging Material |
I Wayan Astina Putra · Coordinator, didukung Packaging Material Staff |
Warehouse Supervisor |
| Finished Goods Warehouse / stockroom |
Belum tercantum; SPV mengusulkan PIC sementara untuk pengesahan sesuai mandat pada hari 1 |
Warehouse Supervisor |
| Receiving & Put Away |
I Komang Rai Wiguna |
Warehouse Supervisor |
| Stock Keeper |
I Wayan De Setiawan |
Receiving & Put Away |
| Warehouse Admin |
Ni Komang Melayanti |
Receiving & Put Away |
| Inventory Control |
I Komang Sriada Wardika |
Warehouse Supervisor |
| Stock / Cycle Count |
Belum tercantum; SPV mengusulkan petugas dan pemeriksa independen untuk penetapan sesuai mandat |
Warehouse Supervisor |
Sumber: 10. Restrukturisasi PerDivisi.docx (acuan internal, tidak dipublikasikan), bagan Operations, serta informasi awal mengenai cakupan operasional. Jalur atasan: Deputi COO kemudian CO Founder & COO. Penempatan, kecukupan personel, cakupan DC dan delegasi dikonfirmasi bersama HR serta kedua atasan; Logistics & Distribution merupakan fungsi terpisah dalam bagan.
01 · Warehouse SupervisorI Ketut Mayun S.A · Koordinator eksekusi seluruh fungsi warehouse
- Cakupan area
- Koordinasi gudang bahan baku, bahan kemas, produk jadi, serta warehouse B2B dan area terkait dalam mandat. Daftarkan ID lokasi, PIC, personel dan serah terima tiap area; pemetaan PIC B2B disahkan sesuai struktur perusahaan. Tambahan area tidak otomatis menambah posisi pada bagan.
- Mandat hari pertama
- Pimpin briefing seluruh PIC dan cocokkan penugasan dengan bagan. Petakan personel, backup, dan pemeriksa; ajukan PIC sementara FG/Cycle Count kepada Manager. Susun satu rencana kerja enam fungsi berdasarkan kebutuhan produksi, receiving, dan transfer produk kritis; tentukan PIC, jumlah, waktu, serta titik pemeriksaan. Akhir shift, serahkan laporan konsolidasi rencana versus realisasi, backlog berumur, risiko shortage, dan keputusan yang diperlukan.
- Pengawasan area
- Periksa kesiapan dan hasil setiap koordinator/PIC, selesaikan benturan jadwal lintas area, serta pastikan pergerakan fisik terhubung ke bukti dan posting. SPV bertanggung jawab atas koordinasi keseluruhan; verifikasi stok oleh Inventory Control dan hitung independen tetap dilakukan petugas yang ditetapkan.
- Kontrol CPKB
- Pastikan peta status/lokasi, jadwal sanitasi, pengendalian hama, pemantauan kondisi simpan, daftar alat ukur beserta kalibrasi, dan matriks pelatihan tersedia. Tinjau penyimpangan per shift bersama QA/QC; bukti penutupan diverifikasi sebelum area/barang kembali digunakan. Acuan: 3.2, 5.3, Bab VI, dan 11.1.
- Hari 1–7
- Petakan personel, shift, lokasi, kapasitas, dan pekerjaan tertunda. Ajukan PIC serta backup yang belum tersedia untuk pengesahan sesuai kewenangan, terutama Finished Goods dan Cycle Count. Susun prioritas harian dari shortage produk/bahan, jadwal produksi, dan pengiriman; lakukan pemeriksaan lapangan kondisi penyimpanan serta keselamatan.
- Hari 8–30
- Jalankan daily briefing, jadwal receiving/issue/transfer, dan pemeriksaan penyelesaian transaksi. Uji titik serah terima antarfungsi, atur ulang beban kerja, dan tutup hambatan utama bersama Manager. Dokumentasikan SOP kerja yang benar-benar dijalankan.
- Rutinitas dan output
- Rencana kerja per shift berisi pekerjaan, PIC, jumlah, dan tenggat; laporan akhir shift berisi rencana versus realisasi, backlog, shortage, serta kendala. Setiap Jumat serahkan ringkasan kapasitas, keterlambatan, dan tindakan korektif kepada Manager.
- Eskalasi
- Laporkan hari yang sama jika shortage mengancam produksi atau toko, kapasitas tidak cukup, atau transaksi kritis belum selesai. Risiko keselamatan/pelepasan barang tidak sesuai status segera dihentikan pada titik terkait dan dilaporkan. Supervisor tidak mengesahkan sendiri adjustment yang diajukan timnya tanpa otorisasi yang berlaku.
02 · Receiving & Put AwayI Komang Rai Wiguna · Titik kendali barang masuk
- Mandat hari pertama
- Pimpin pekerjaan Stock Keeper dan Warehouse Admin dalam ruang lingkup yang ditetapkan. Daftar barang akan datang, barang sudah diterima namun belum put away/posted, dokumen kurang, serta barang bermasalah. Bagi pekerjaan pemeriksaan, penempatan, dan pencatatan dengan petugas/pemeriksa terpisah; laporkan status receipt–put away–posting serta backlog kepada SPV pada akhir shift.
- Batas penugasan
- Receiving mengoordinasikan pemeriksaan dan serah terima; Stock Keeper menjalankan penanganan fisik, Admin mencatat berdasarkan bukti yang sah. Atur urutan penerimaan dalam rencana SPV; perubahan jadwal yang memengaruhi area lain dieskalasikan. Bukan pemberi pelulusan mutu, persetujuan pembayaran, atau otorisasi adjustment.
- Kontrol CPKB
- Periksa CoA bahan baku, identitas pemasok, dokumen, label, jumlah, serta keutuhan wadah; karantina bahan awal saat datang sampai diluluskan. Jaga area bongkar muat terlindung dari cuaca dan bersihkan wadah bila perlu. Sampling dilakukan Pengawasan Mutu atau personel terlatih yang diberi delegasi. Acuan: 7.1.2, 11.1.3, dan 11.2.1.
- Hari 1–7
- Daftar seluruh barang sudah datang tetapi belum diterima di sistem atau belum ditempatkan. Cocokkan PO/transfer, SKU, unit, jumlah, kondisi, batch, expiry, dan dokumen. Petakan area receiving/quarantine serta waktu aktual dari kedatangan sampai put away.
- Hari 8–30
- Terapkan checklist penerimaan dan identitas status/lokasi; selesaikan backlog dengan Warehouse Admin serta QA/QC. Koordinasikan jadwal kedatangan dengan Procurement/Logistics melalui Supervisor. Barang quarantine ditempatkan di lokasi khusus dan tidak dialokasikan sebagai available.
- Rutinitas dan output
- Receiving register harian: referensi dokumen, jumlah diterima, selisih, status kualitas, lokasi, waktu datang/receipt/put away, dan PIC. Serahkan dokumen tervalidasi kepada Admin sesuai cut-off serta daftar pengecualian yang belum terselesaikan.
- Eskalasi
- Laporkan selisih, kerusakan, dokumen tidak lengkap, barang salah, atau penerimaan yang tertunda melewati SLA kepada Supervisor. Ketidaksesuaian kualitas diteruskan ke QA/QC; penerimaan administratif tidak menggantikan quality release.
03 · Stock KeeperI Wayan De Setiawan · Penjagaan barang dan ketertiban lokasi
- Mandat hari pertama
- Konfirmasi batas lokasi dan barang yang menjadi tanggung jawab dengan PIC Receiving; cocokkan penugasan fisik dengan koordinator area agar tidak terjadi dua pemberi instruksi untuk pekerjaan yang sama. Identifikasi lokasi salah, label tidak jelas, wadah rusak, dan perpindahan tanpa bukti; serahkan daftar pengecualian serta dokumen pergerakan kepada Receiving/Admin sebelum akhir shift.
- Batas penugasan
- Bertanggung jawab atas penanganan fisik dan ketertiban lokasi sesuai penugasan; instruksi operasional melalui Receiving. Untuk pekerjaan di RM/Packaging/FG, penjadwalan dan pemeriksa disepakati SPV dengan PIC area terkait. Tidak mengesahkan hitungan sendiri, mengubah status mutu, atau melakukan koreksi saldo tanpa otorisasi.
- Kontrol CPKB
- Periksa kebersihan, wadah tertutup, label asli, status, dan urutan FIFO/FEFO. Catat kondisi simpan sesuai SOP; laporkan penyimpangan suhu/kelembapan dan amankan barang terdampak untuk penilaian mutu. Pisahkan bahan sanitasi/pestisida serta bahan berbahaya sesuai sifatnya. Acuan: 6.2.4, 7.1.2.4, 11.1.2, 11.1.6, dan 11.2.2.
- Hari 1–7
- Petakan bin/rak dan cek kecocokan label SKU, batch, status, serta expiry. Daftar barang tanpa identitas, salah lokasi, dan campuran status. Dampingi verifikasi stok tanpa menjadi satu-satunya petugas yang mengesahkan hitungan atas barang yang dijaga.
- Hari 8–30
- Rapikan lokasi melalui perpindahan yang terdokumentasi; terapkan FEFO sesuai status release. Pastikan setiap pengambilan/perpindahan memakai referensi, jumlah, asal, tujuan, waktu, dan bukti serah terima.
- Rutinitas dan output
- Checklist lokasi serta kondisi penyimpanan per shift; log pergerakan barang yang diserahkan ke Receiving/Admin. Periksa barang rusak, mendekati expiry, dan tidak ditemukan; cocokkan pekerjaan fisik dengan dokumen sebelum penutupan shift.
- Eskalasi
- Laporkan barang tidak ditemukan, perpindahan tanpa dokumen, kerusakan, atau label/status tidak jelas ke Receiving dan Supervisor. Jangan memindahkan, mengeluarkan, atau mengubah saldo barang untuk menyamakan angka tanpa prosedur yang disetujui.
04 · Warehouse AdminNi Komang Melayanti · Kelengkapan dokumen dan transaksi sistem
- Mandat hari pertama
- Konfirmasi cakupan transaksi yang ditangani di semua area kepada Receiving/SPV. Cocokkan dokumen fisik dengan posting pada waktu snapshot yang disepakati bersama Inventory Control. Buat daftar transaksi belum posted, dokumen kurang, dan transfer belum diterima, lengkap dengan umur serta PIC penyelesaiannya; serahkan ke Receiving untuk laporan SPV.
- Batas penugasan
- Melakukan posting sesuai hak akses dan bukti tervalidasi, bukan mengesahkan sendiri penerimaan fisik atau keputusan mutu. Permintaan transaksi lintas area dikonsolidasikan melalui Receiving/SPV; Inventory Control memeriksa konsistensi angka tanpa mengambil alih otorisasi transaksi Admin.
- Kontrol CPKB
- Pelihara kartu stok per batch, bukti pelulusan/penolakan, serta catatan distribusi dengan tanggal, referensi, tujuan, batch, jumlah, dan petugas. Gunakan dokumen berlaku; koreksi tetap menyisakan catatan semula, identitas pengubah, dan tanggal. Susun retensi bersama QA serta hak akses, backup, dan validasi sistem bersama Systems. Acuan: Bab IX, 11.2.2.1, serta Anak Lampiran XI.1–XI.3.
- Hari 1–7
- Inventarisasi receiving, issue, return, FG receipt, dan transfer yang belum tercatat. Cocokkan referensi transaksi dengan bukti fisik; cek unit konversi, lokasi, batch, serta transaksi ganda. Susun backlog berdasarkan umur dan dampaknya pada saldo available.
- Hari 8–30
- Jalankan pencatatan sesuai cut-off yang disepakati dan arsipkan bukti per referensi. Cocokkan status transfer pengirim/penerima bersama Inventory Control. Ajukan koreksi master data melalui pemilik sistem; jangan membuat perubahan master tanpa otorisasi.
- Rutinitas dan output
- Transaction register dengan nomor dokumen, jenis, SKU, jumlah, lokasi, waktu fisik, waktu posting, dan petugas. Pada akhir shift serahkan daftar transaksi belum posted, dokumen kurang, serta transfer belum diterima; transaksi terbuka tetap tampil dalam backlog.
- Eskalasi
- Laporkan sistem gagal, dokumen tidak valid, transaksi duplikat, atau posting berisiko salah saldo kepada Receiving/Supervisor dan Systems. Saat sistem tidak tersedia gunakan log sementara bernomor; lakukan rekonsiliasi setelah pulih untuk mencegah posting ganda.
05 · Raw Material Warehouse CoordinatorI Made Ariata · Membawahi Raw Material Staff
- Mandat hari pertama
- Tetapkan pembagian lokasi dan pekerjaan Raw Material Staff. Cocokkan bahan prioritas dengan jadwal produksi terdekat, lalu laporkan usable stock, gap, status hold, expiry/retest, serta kesiapan issue. Berikan komitmen waktu hanya untuk pekerjaan yang dapat dipenuhi; kebutuhan ETA pemasok/produksi dikonfirmasi melalui SPV dan PPIC.
- Koordinator dan staf
- Koordinator menelaah kebutuhan, membagi pekerjaan, memeriksa SKU/batch/jumlah serta bukti issue/return, dan mengesahkan laporan area. Staf melaksanakan penempatan, penyiapan, penyerahan, pengembalian, dan catatan realisasi sesuai SOP. Koordinator tidak sekaligus menjadi satu-satunya pelaksana dan pemeriksa transaksi berisiko; bila personel terbatas, SPV menetapkan pemeriksa silang.
- Kontrol CPKB
- Pastikan kondisi simpan mengikuti label, CoA, dan spesifikasi yang disahkan Pengawasan Mutu. Issue hanya bahan diluluskan; jaga identitas batch dan kebersihan/penutupan wadah. Laporkan approaching expiry/retest kepada QA/QC melalui daftar peringatan yang disepakati. Contoh SOP pada Anak Lampiran VII.2 memakai pemberitahuan 3 bulan sebelum expiry; horizon operasional disahkan dalam SOP perusahaan. Acuan: 7.1.2–7.1.3, 9.2.1, dan 11.1.1.
- Hari 1–7
- Validasi bahan prioritas per lokasi, batch, expiry, dan status QC. Bersama PPIC bandingkan stok usable dengan kebutuhan produksi horizon awal 1–2 minggu dan inbound terkonfirmasi. Daftar kekurangan, bahan hold, serta return produksi yang belum direkonsiliasi.
- Hari 8–30
- Siapkan material berdasarkan permintaan resmi dan jadwal produksi; pastikan SKU/batch/unit sesuai serta hanya approved stock yang dikeluarkan. Rekonsiliasi issue dan return, dokumentasikan sisa atau kerusakan, dan tinjau lokasi serta kondisi penyimpanan sesuai spesifikasi.
- Penutupan issue/return
- Koordinator memeriksa realisasi staf, Production mengakui jumlah diterima/dikembalikan, dan Admin melengkapi bukti serta posting Stockwiz. Bahan kembali, wadah terbuka, atau identitas/kondisi yang diragukan melalui pemeriksaan kelayakan sesuai SOP dan QA/QC; tidak otomatis menjadi stok available. Inventory Control memverifikasi rekonsiliasi dan selisih ditindaklanjuti.
- Rutinitas dan output
- Material readiness report: kebutuhan produksi, usable stock, gap, ETA, dan PIC tindak lanjut. Log issue/return dengan nomor batch produksi; daftar aging/expiry dan kendala penyimpanan ditinjau setiap minggu.
- Eskalasi
- Shortage yang mengancam jadwal produksi segera dilaporkan ke Supervisor untuk koordinasi PPIC/Procurement. Bahan hold atau tidak sesuai kualitas dikoordinasikan dengan QA/QC; perubahan bahan atau batch mengikuti persetujuan fungsi terkait.
06 · Packaging Material CoordinatorI Wayan Astina Putra · Membawahi Packaging Material Staff
- Mandat hari pertama
- Bagi pekerjaan Packaging Material Staff menurut lokasi dan order packing. Cocokkan komponen botol/tutup/label/box/karton untuk produk prioritas dengan kebutuhan terdekat; tunjukkan komponen pembatas, salah versi, rusak, atau hold. Serahkan laporan kesiapan kemasan per produk dan kekurangan yang menghambat FG kepada SPV.
- Koordinator dan staf
- Koordinator mengendalikan kesiapan set kemasan, kebenaran kode/versi, pembagian tugas, pemeriksaan issue/return, dan laporan area. Staf menyiapkan serta menyerahkan komponen berdasarkan permintaan sah, menjaga pemisahan label, dan mencatat realisasi/sisa. Perubahan spesifikasi/artwork bukan keputusan koordinator; penyimpangan diajukan melalui SPV kepada QA dan pemilik spesifikasi.
- Kontrol CPKB
- Pisahkan label/bahan kemas cetak per identitas dan versi agar tidak campur baur. Sesuaikan penyimpanan dengan sifat kemasan dan lindungi dari debu. Sisa kemasan yang sudah diberi kode batch direkonsiliasi, dicatat, dan dikarantina menunggu keputusan Pengawasan Mutu. Acuan: 4.12.3, 7.7, 9.2.1, dan 11.1.2.2.
- Hari 1–7
- Verifikasi botol, tutup, label, box, dan karton untuk produk prioritas. Cocokkan kode, spesifikasi/versi artwork yang disetujui, unit konversi, dan jumlah dengan kebutuhan packing PPIC. Pisahkan material lama, rusak, atau obsolete dan identifikasi paket produk yang terhambat oleh satu komponen kemasan.
- Hari 8–30
- Siapkan kelengkapan kemasan per order packing; lakukan pemeriksaan kode/versi sebelum issue. Catat return dan material rusak berdasarkan bukti; koordinasikan ketidakcocokan spesifikasi dengan QA/QC dan pemilik spesifikasi melalui Supervisor.
- Rutinitas dan output
- Packaging readiness report per produk/order: kebutuhan tiap komponen, stok approved, kekurangan, ETA, dan jumlah produk yang dapat dikemas. Rekonsiliasi issue/return serta daftar risiko obsolete setiap minggu.
- Eskalasi
- Laporkan komponen kurang yang menghambat penyelesaian produk jadi, ketidakcocokan label/artwork, atau kerusakan. Penggantian komponen/label memerlukan persetujuan pemilik spesifikasi dan QA/QC, termasuk fungsi Regulatory bila terkait.
07 · Finished Goods Warehouse / StockroomPIC ditetapkan pada hari 1 · Prioritas pemulihan stockout retail
- Produk jadi dan B2B
- Cakup FG/stockroom, warehouse produk B2B, reservasi per order/customer, pemenuhan parsial, batch/shelf life dan dokumen serah terima. Pisahkan lokasi fisik dari alokasi kanal agar stok yang sama tidak dihitung dua kali. Tentukan batas tugas PIC FG dan PIC B2B melalui penetapan Manager/SPV sesuai mandat; kebutuhan komersial tetap milik Sales, pengangkutan sesuai fungsi Logistics.
- Penugasan PIC B2B
- Setelah PIC dan scope lokasi disahkan, validasi order/alokasi dari Sales B2B; periksa reservasi, batch, remaining shelf life, kesiapan picking/checking serta dokumen kirim. Laporkan order belum dipenuhi, kuantitas parsial/backorder, barang siap kirim, receipt/POD tertunda dan retur kepada SPV. Penyelesaian memerlukan bukti serah terima serta posting sumber; pembatalan/perubahan order dan pelepasan reservasi mengikuti keputusan Sales serta prosedur Stockwiz.
- Mandat hari pertama
- Setelah penunjukan PIC sesuai kewenangan, daftar produk prioritas yang siap kirim, belum release, reserved, atau menunggu transfer. Cocokkan kebutuhan transfer yang disetujui dengan stok per batch dan kesiapan dokumen. Serahkan available-to-transfer, pekerjaan transfer terbuka, penerima, serta kendala kepada SPV sebelum cut-off pengiriman.
- Batas penugasan
- PIC mengendalikan lokasi, status, penyiapan, pemeriksaan, dan serah terima FG sesuai alokasi. Tugas picking dan pemeriksa dispatch ditetapkan SPV dari personel yang tersedia; bagan tidak menunjukkan jabatan staf FG tersendiri. PIC tidak menentukan prioritas kanal, mengubah release, atau menjanjikan ETA transport tanpa konfirmasi Logistics.
- Kontrol CPKB
- Produk jadi boleh diterima sebagai karantina dengan catatan penyerahan bila area karantina berada di gudang. Distribusi hanya setelah pelulusan Pengawasan Mutu. Retur/recall diamankan terpisah dan tidak otomatis kembali menjadi available; simpan riwayat batch serta tujuan pengiriman untuk penelusuran. Acuan: 7.8, 8.3, 11.1.2.4, dan 13.2.
- Hari 1–7
- Validasi SKU produk jadi yang sering kosong di toko. Pisahkan released, quarantine, blocked, damaged, retur, serta reserved stock. Cocokkan fisik dan sistem; daftar barang siap kirim yang belum ditransfer ke DC serta produk belum release beserta penyebabnya.
- Hari 8–30
- Siapkan transfer berdasarkan alokasi yang disetujui, FEFO, dan remaining shelf life. Lakukan pemeriksaan SKU/batch/jumlah/tujuan sebelum dispatch. Koordinasikan readiness dengan DC/Logistics dan pastikan transfer ditutup melalui bukti penerimaan, bukan hanya bukti keluar gudang.
- Rutinitas dan output
- Laporan available-to-transfer per SKU/batch: on-hand released, reservasi, stok bersih siap alokasi, shortage, dan next release ETA. Transfer register mencatat jumlah rencana/realisasi, referensi, tujuan, dispatch, ETA, actual receipt, serta selisih.
- Eskalasi
- Laporkan SKU kritis yang tidak dapat memenuhi kebutuhan, barang hold, backlog transfer, atau risiko expiry kepada Supervisor/Manager. PPIC dan QA/QC menetapkan ETA supply/release; Logistics menangani pengiriman sesuai mandat, tanpa dianggap otomatis sebagai bawahan warehouse.
08 · Inventory ControlI Komang Sriada Wardika · Validasi saldo dan analisis pengecualian
- Verifikasi akhir koreksi
- Setelah Admin memposting dan Systems/integrasi membaca ulang data, periksa dokumen asal, SKU/batch/UOM, saldo lokasi asal dan tujuan, cutoff serta movement terkait. Catat sign-off bisnis dan versi snapshot. Hasil teknis belum dianggap penyelesaian apabila substansinya tidak cocok; kasus tetap terbuka. Untuk kasus mutu tanpa perubahan saldo, alasan read-back tidak relevan disahkan pemeriksa sesuai mandat.
- Mandat hari pertama
- Tetapkan satu waktu snapshot laporan dengan Admin dan PIC area. Susun daftar saldo negatif, salah status/lokasi/batch, transfer terbuka, serta SKU kritis yang memerlukan verifikasi. Pisahkan dugaan masalah data dari shortage fisik; sampaikan hasil dan usulan prioritas count kepada SPV, dengan salinan temuan kritis kepada Manager.
- Batas penugasan
- Memvalidasi dan menginvestigasi persediaan; tidak otomatis menjadi atasan Admin, Stock Keeper, atau petugas Cycle Count. Koordinasi jadwal dan tindakan melalui SPV. Koreksi saldo diajukan dengan bukti kepada pemberi otorisasi; penanggung jawab operasional tidak sekaligus mengesahkan investigasi atas dirinya sendiri.
- Kontrol CPKB
- Uji kesesuaian status sistem dengan bukti keputusan mutu dan saldo per batch. Pastikan barang ditolak, expired, rusak, retur yang belum diluluskan, serta recall tidak masuk stok layak alokasi. Rekonsiliasi pergerakan batch untuk simulasi recall bersama QA/Penanggung Jawab Teknis. Acuan: 9.1, 11.2.2, 8.3, dan 13.2.3–13.2.5.
- Hari 1–7
- Rekonsiliasi SKU prioritas di stockroom dan lokasi warehouse; bandingkan data DC/toko bersama PIC masing-masing. Identifikasi negative stock, salah status/lokasi/unit, transfer terbuka, serta selisih fisik. Tetapkan waktu snapshot data agar laporan memakai basis yang sama.
- Hari 8–30
- Susun daftar stok available/reserved/hold, register variance, dan dashboard shortage bersama Planning. Periksa usulan adjustment dengan dokumen dan hasil recount; ajukan ke pemberi otorisasi. Bantu pengujian parameter uji coba tanpa mengambil alih keputusan demand atau alokasi komersial.
- Rutinitas dan output
- Daily exception report berisi saldo tidak wajar, SKU berisiko kosong, transaksi terlambat, serta transfer belum selesai. Laporan mingguan memuat inventory accuracy, nilai selisih, Pareto penyebab, umur kasus, dan efektivitas perbaikan.
- Eskalasi
- Selisih material, stok hilang, pola transaksi berulang, atau data yang tidak andal dilaporkan ke Supervisor dan Manager. Temuan yang melibatkan pemilik proses dapat diteruskan langsung kepada Manager; koreksi disertai bukti dan persetujuan yang terpisah dari pembuat transaksi.
09 · Stock / Cycle CountPIC ditetapkan pada hari 1 · Verifikasi fisik independen
- Mandat hari pertama
- Setelah petugas ditetapkan, sepakati dengan SPV dan Inventory Control daftar hitung prioritas, petugas/pemeriksa berbeda, serta snapshot dan pengendalian transaksi. Lakukan hitung awal sesuai kapasitas pada barang paling berisiko; serahkan count sheet, hasil recount bila diperlukan, dan selisih yang perlu investigasi sebelum akhir shift.
- Batas penugasan
- Melapor secara operasional kepada SPV; menyerahkan hasil kepada Inventory Control untuk rekonsiliasi/investigasi. Petugas hitung tidak mengubah saldo agar sesuai hasil dan tidak menghitung barang yang dijaganya tanpa pemeriksa terpisah. Manager menerima eskalasi langsung bila independensi hitungan terganggu.
- Kontrol CPKB
- Periksa jumlah sekaligus identitas/status batch, expiry, kondisi wadah, dan posisi barang saat count; dokumentasikan pengecualian tanpa mengubah label asli. Segera laporkan barang non-saleable yang masih berstatus available. Cycle count adalah kontrol internal yang mendukung ketertelusuran, bukan pengganti audit seluruh aspek CPKB pada Bab X.
- Hari 1–7
- Susun jadwal hitung SKU kritis, nilai tinggi, rawan selisih, dan batch mendekati expiry. Tetapkan petugas yang tidak menghitung sendiri area penjagaannya tanpa pemeriksa terpisah. Sepakati snapshot/cut-off dan kendali transaksi selama penghitungan area terkait.
- Hari 8–30
- Lakukan blind count tanpa menunjukkan saldo sistem kepada penghitung; cocokkan SKU, unit, batch, status, dan lokasi. Selisih dihitung ulang oleh petugas berbeda. Serahkan hasil ke Inventory Control untuk investigasi, lalu verifikasi kembali setelah koreksi yang disetujui.
- Rutinitas dan output
- Count sheet bertanggal dengan penghitung/pemeriksa, snapshot, lokasi, batch, jumlah fisik, recount, dan bukti. Laporan mingguan mencatat rencana versus realisasi count, selisih, kasus belum selesai, serta kejadian berulang.
- Eskalasi
- Barang tidak ditemukan, transaksi tanpa dokumen selama count, atau tekanan untuk menyamakan angka dilaporkan kepada Manager. Jika tim kecil, gunakan pemeriksa silang dan review Manager; penghitungan fisik tidak memberi kewenangan melakukan adjustment sendiri.
Arahan pelaksanaan hari pertama
- Jelaskan tujuan bersama: saldo dapat dipercaya, bahan siap produksi, dan produk jadi siap memenuhi kebutuhan retail.
- SPV mengusulkan PIC/backup yang belum tersedia; penetapannya mengikuti kewenangan Manager dan mekanisme HR. Gunakan satu register pekerjaan/tindakan untuk seluruh tim.
- Minta ringkasan kondisi awal dan risiko mendesak pada akhir hari pertama; pendalaman backlog, tiga hambatan utama, dan kebutuhan bantuan dituntaskan pada hari 3.
- Supervisor menyusun rencana terpadu serta prioritas minggu pertama; saya meninjau dan menyepakati tindakan lintas fungsi.
Standar laporan operasional
Setiap laporan mencantumkan tanggal/jam snapshot, SKU, lokasi, batch/status bila relevan, kebutuhan/rencana, realisasi, gap, penyebab, PIC, tenggat/ETA, dan referensi bukti. Gunakan nomor kasus untuk menghubungkan temuan dengan tindak lanjut.
Pisahkan stok released, reserved, quarantine, serta in-transit. Hindari mencampur saldo dari waktu berbeda atau menjumlahkan stok kirim dan stok terima yang merupakan barang yang sama.
Setiap PIC bertanggung jawab atas kebenaran laporan areanya; Supervisor memeriksa kelengkapan; Inventory Control memvalidasi konsistensi angka.
Ritme koordinasi dan serah terima
| Waktu |
Peserta / pemimpin |
Keputusan dan hasil kerja |
| Awal shift · briefing 10–15 menit |
Supervisor dan PIC fungsi |
Tetapkan prioritas, beban kerja, shortage, jadwal kedatangan/issue/transfer, PIC, serta tenggat hari itu. |
| Sebelum cut-off order/dispatch |
Supervisor, FG, Admin, Inventory Control; DC/Logistics sesuai kebutuhan |
Konfirmasi stok released, reservasi, kesiapan dokumen, jumlah yang dapat dipenuhi, dan ETA; shortage diteruskan ke Manager untuk koordinasi. |
| Akhir shift / serah terima |
PIC keluar/masuk shift dan Supervisor |
Cocokkan realisasi fisik dan posting; serahkan backlog, status hold, lokasi barang, dokumen, serta tindakan terbuka. Penerima mengakui serah terima. |
| Mingguan · review 30–45 menit |
Manager, Supervisor, dan PIC; undang pemilik masalah lintas fungsi |
Tinjau KPI, tiga hambatan terbesar, hasil tindakan, kebutuhan sumber daya, dan prioritas minggu berikutnya; catat pemilik keputusan. |
| Hari 7, 14, dan 30 |
Manager dan Supervisor; ringkasan kepada Deputi COO, dengan CO Founder & COO sesuai kebutuhan keputusan; HR/Planning/Logistics sesuai topik |
Hari 7: peta area/PIC dan backlog. Hari 14: stok kritis tervalidasi dan serah terima berjalan. Hari 30: kondisi awal, SOP awal, dan rencana perbaikan per fungsi disepakati. |
Jalur eskalasi: kendala rutin disampaikan PIC kepada Supervisor; kendala lintas fungsi, shortage kritis, dan kebutuhan otorisasi diteruskan kepada saya pada hari yang sama. Masalah keselamatan, kualitas, atau integritas data dapat dilaporkan langsung tanpa menunggu rapat. Jika tenggat berisiko terlewati, PIC melapor sebelum jatuh tempo dengan penyebab, dampak, dan usulan tindakan.
Standar penutupan tugas: tugas selesai setelah hasil fisik, catatan sistem, dan bukti serah terima sesuai, serta diperiksa pihak yang ditunjuk. Ukuran awal setiap fungsi adalah kelengkapan hasil kerja dan keandalan data; target produktivitas/numerik ditetapkan setelah evaluasi kondisi awal, beban kerja, dan kapasitas personel diketahui.